<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Welcome &#187; Sosial &amp; Budaya</title>
	<atom:link href="http://pupung.com/category/sosial-budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pupung.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 May 2010 13:01:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Konflik Yang Ditakuti Pria dari pasangannya</title>
		<link>http://pupung.com/konflik-yang-ditakuti-pria-dari-pasangannya.html</link>
		<comments>http://pupung.com/konflik-yang-ditakuti-pria-dari-pasangannya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 12:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=1169</guid>
		<description><![CDATA[Pria ternyata takut jika harus bertengkar dengan pasangannya. Yang  dimaksud pertengkaran di sini adalah yang disebabkan oleh perbedaan  pandangan dalam hubungan mereka, bukan karena sesuatu yang menjadi  kesalahan pria tersebut. Pria cenderung menghindar ketika ditantang  berargumen dengan pasangannya, meskipun biasanya ia akan memenangkannya.  Namun, jika tidak ditantang, sebenarnya pria enggan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pria ternyata takut jika harus bertengkar dengan pasangannya. Yang  dimaksud pertengkaran di sini adalah yang disebabkan oleh perbedaan  pandangan dalam hubungan mereka, bukan karena sesuatu yang menjadi  kesalahan pria tersebut. Pria cenderung menghindar ketika ditantang  berargumen dengan pasangannya, meskipun biasanya ia akan memenangkannya.  Namun, jika tidak ditantang, sebenarnya pria enggan mendebatkan hal-hal  tidak penting. Bertengkar, buat mereka, hanya membuang waktu. Karena  itu, sebisa mungkin mereka menghindari konflik, terutama konflik yang  berkaitan dengan:</p>
<p><strong>Ponsel</strong><br />
Banyak pasangan yang lebih suka terpaku pada ponselnya masing-masing  saat sedang berkencan. Bila hal itu yang terjadi, mungkin masing-masing  pihak tak akan terlalu dikecewakan. Berbeda halnya bila si pria lebih  suka memelototi perangkatnya daripada memperhatikan pasangannya. Jika  anda yang menjadi pasangannya pasti merasa tidak dihargai.</p>
<p>Ketika Anda menegurnya, mengatakan bahwa seharusnya ia memperhatikan  Anda sebanyak ia mengamati benda kesayangannya, ia pasti langsung  mundur. Hal ini karena ia lebih baik membuat pilihan antara yang benar  dan salah, daripada memilih dua hal yang sama-sama penting (Anda dan  Blackberry-nya), namun sebenarnya berbeda.</p>
<p><strong>Mantan</strong><br />
Perempuan memang paling cerewet soal ini. Selalu ingin tahu seperti apa  mantan kekasih pasangannya, apa pekerjaannya, mengapa si dia dulu jatuh  cinta dengannya, sampai apa yang membuat mereka berpisah. Sebaliknya, si  pria enggan membuka mulut. Dua sikap yang berbeda inilah yang memicu  pertengkaran. Dalam hal ini, tampaknya pria jauh lebih mengerti mengenal  diri Anda daripada Anda sendiri. <span id="more-1169"></span></p>
<p>Kalau ia mengatakan sesuatu hal yang positif mengenai mantannya, ia  khawatir Anda akan membanding-bandingkan diri. Sedangkan jika ia  menyampaikan sesuatu yang negatif, ia takut Anda akan menganggapnya  tidak sportif, atau tidak ksatria. Yang lebih penting, Anda akan  berpikir mengapa dulu ia memilih kekasih seperti itu. Pendek kata,  apapun jawaban si dia, Anda tak akan puas mendengarnya. Atau seperti  kata Jack Nicholson pada Tom Cruise dalam film A Few Good Men, <em>&#8220;You  can’t handle the truth&#8221;. </em>Anda pasti tak bisa menerima kenyataan  dari apapun jawaban si dia.</p>
<p><strong>Perpisahan</strong><br />
Ketika perpisahan terjadi, pria tidak akan menanggapinya dengan  teriakan, tangisan, hinaan, dan hal-hal lain seperti yang dilakukan  perempuan. Meskipun hubungan si dia dengan mantannya dulu sama sekali  tidak berhasil, ia tidak ingin mengakhirinya dengan cara yang tidak  menyenangkan. Hal ini disebabkan karena ia tak mau dianggap sebagai pria  brengsek, kasar, atau tidak bertanggung jawab. Meskipun pria lah yang  menginginkan perpisahan, umumnya mereka tidak ingin hal itu menjadi  perpisahan yang buruk. Tentu saja, hal ini tidak terjadi pada pria yang  memang punya perangai kurang baik, seperti memiliki banyak kekasih atau  senang berbohong.</p>
<p><strong>Pernikahan</strong><br />
Yang dimaksud bukanlah mengapa si dia tak juga menikahi Anda, tetapi  karena Anda berharap ia terlibat dalam segala persiapan pernikahan Anda  berdua. Dari yang sifatnya penting (siapa yang diundang), hingga yang  remeh-temeh (apa warna taplak mejanya). Ia tahu, Terserah kamu bukan  jawaban yang Anda inginkan, tetapi ia juga lelah mendengarkan semua hal  yang sifatnya detail. Dan, pria memang tidak mampu memikirkan hal-hal  yang ribet seperti ini.</p>
<p>Perlu Anda ketahui, sikapnya yang tanpa perlawanan ini bukan karena ia  tidak tertarik dengan pernikahan itu sendiri, melainkan karena ia  menghargai bahwa pernikahan ini adalah momen penting untuk Anda.  (Disarikan dari berbagai sumbera)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/konflik-yang-ditakuti-pria-dari-pasangannya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Theodora (Caesaropapism Theocracy dalam : bahasa roma)</title>
		<link>http://pupung.com/sejarah-theodora.html</link>
		<comments>http://pupung.com/sejarah-theodora.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 16:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=1054</guid>
		<description><![CDATA[Theodora adalah salah satu wanita paling berpengaruh pada abad pertengahan. Ia istri Kaisar Justinian, penguasa imperium byzantium. Sebelum menjadi istri Kaisar Justinian I, ia adalah seorang aktris dan menjadi simpanan para bangsawan. Kemudian dia bertobat dan meninggalkan gaya hidupnya. Meskipun dia ratu, namun dia boleh dibilang lebih tangguh daripada suaminya. Ketika pecah pemberontakan di Nika, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://4.bp.blogspot.com/_HIwWIES_0_U/SYFHaOOgcgI/AAAAAAAABz4/DoIeM4jZCX0/s400/Theodora.jpg" alt="" width="309" height="400" /><span style="font-size: 100%;"><span style="font-family: arial;">Theodora adalah salah satu wanita paling berpengaruh pada abad pertengahan. Ia istri Kaisar Justinian, penguasa imperium byzantium. Sebelum menjadi istri Kaisar Justinian I, ia adalah seorang aktris dan menjadi simpanan para bangsawan. Kemudian dia bertobat dan meninggalkan gaya hidupnya. Meskipun dia ratu, namun dia boleh dibilang lebih tangguh daripada suaminya. Ketika pecah pemberontakan di Nika, Constantinople, karena korupsi, pajak tinggi, justru Theodora lah yang menahan kaisar agar tidak melarikan diri. Justru ia mengatur strategi sehingga pemberontakan berhasil dipadamkan. Berkat Theodora pula pembangunan Contantinople digalakkan dan menjadi kota tercanggih masa itu. &#8220;Hagia Sophia&#8221; yang dibangun antara 532 M. dan 537 M. Dianggap sebagai salah satu contoh arsitektur Byzantine yang paling luar biasa. Theodora juga menjadikan tegaknya hak-hak kaum perempuan. Ia juga membuat undang-undang yang melarang pelacuran paksa dan penutupan rumah bordil. Theodora tampil sebagai &#8216;pendekar pembela hak para perempuan&#8217;. Lewat undang-undang ia memberi wanita kepemilikan harta gono-gini lebih banyak saat bercerai, memberi hak asuh anak, serta meberi hukuman mati pada pemerkosa serta melarang pembunuhan seorang istri yang melakukan perzinaan. Sungguh luar biasa!!! Kehidupan &#8216;kaum wanita&#8217; seolah dijamin keamanannya selama Theodora berkuasa. Ia meninggal karena kanker pada 28 Juni, 548.</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><span style="font-family: arial;"><img class="aligncenter" src="http://www.sacred-texts.com/cla/proc/shp/img/theodora.jpg" alt="" width="285" height="256" /></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><span style="font-family: arial;"><img class="alignnone" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e3/Empress_Theodora.jpg/468px-Empress_Theodora.jpg" alt="" width="468" height="600" /></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><span style="font-family: arial;"><img class="alignnone" src="http://z.about.com/d/historymedren/1/7/1/F/2/theomosaicCU.jpg" alt="" width="385" height="500" /></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><span style="font-family: arial;"><img class="alignnone" src="http://faculty.cua.edu/Pennington/ChurchHistory220/LectureTwo/TheodoraMosaic.jpg" alt="" width="707" height="497" /></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><big><big>Mosaic of Empress Theodora in the     church of San Vitale in Ravenna</big></big></strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong><big><big>ca.     547 A.D.</big></big></strong></span></p>
<p align="left"><span style="color: #000080; font-size: large;"><img class="alignright" src="http://faculty.cua.edu/Pennington/ChurchHistory220/LectureTwo/San%20VitaleAerialView.jpg" alt="" width="400" height="264" /></span></p>
<p align="left"><strong><span style="color: #000000;"><span lang="en-us">San      Vitale, Ravenna</span></span></strong></p>
<p align="left"><span style="color: #000000;">The basilica was begun by      Bishop Ecclesio in 527, when Ravenna was under the rule of the Ostrogoths,      and completed by the 27th Bishop of Ravenna, Maximian in 548 during the      Byzantine Exarchate of Ravenna. The architect of this church is unknown, but      he was certainly among the best architects of his time.</span></p>
<p align="left">
<p align="left">
<p align="left"><span style="color: #000000;"><br />
</span></p>
<p align="left">
<p align="left">
<p align="left">
<p align="left"><span style="color: #000000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: center;" align="left"><span style="color: #000080; font-size: large;"><img class="aligncenter" src="http://faculty.cua.edu/Pennington/ChurchHistory220/LectureTwo/SanVitaleRavennaInterior.jpg" alt="" width="400" height="265" /></span></p>
<p style="text-align: center;" align="left"><span style="color: #000080; font-size: large;"><img class="alignnone" src="http://faculty.cua.edu/Pennington/ChurchHistory220/LectureTwo/SanVitaleRavennaExterior.jpg" alt="" width="400" height="250" /></span></p>
<p><span id="result_box" class="long_text"><span style="background-color: #ffffff;" title="The church has an octogonal plan.">Gereja mempunyai rencana octogonal. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="The building combines Roman elements (the dome, shape of doorways, stepped towers) with Byzantine (polygonal apse, capitals, narrow bricks, etc).">Bangunan menggabungkan unsur-unsur Romawi (kubah, bentuk pintu, melangkah menara) dengan Bizantium (poligonal apse, ibu, sempit batu bata, dll). </span><span style="background-color: #ffffff;" title="However, the Basilica is most famous for its wealth of Byzantine mosaics, the largest and best preserved outside of Constantinople itself.">Namun, Basilika yang paling terkenal karena kekayaan mosaik Byzantium, yang terbesar dan paling lestari di luar Konstantinopel itu sendiri. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="The church is of extreme importance in Byzantine art, as it is the only major church from the period of Emperor Justinian to survive virtually intact to the present day">Gereja adalah yang sangat penting dalam seni Bizantium, karena merupakan satu-satunya gereja utama dari periode Kaisar Justinian untuk bertahan hidup hampir utuh sampai sekarang</span></span></p>
<p align="left"><span style="color: #000080; font-size: large;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><span style="font-family: arial;"><img class="alignnone" src="http://www.casesf.com/Ravenna/SanVitale-Matroneum.JPG" alt="" width="500" height="676" /></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><span style="font-family: arial;"><img class="alignnone" src="http://www.livius.org/a/libya/qasr_libya/theodora_milano_rgzm_s.JPG" alt="" width="150" height="215" /></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span class="kant"><strong>T</strong><strong>heodora </strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span class="kant"><strong>(Romisch-Germanisches Zentral museum,Mainz)</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span class="kant"><strong><img class="alignnone" src="http://faculty.cua.edu/Pennington/ChurchHistory220/images/ConstantinopleMap400.jpg" alt="" width="561" height="412" /></strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span class="kant"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>She was the kind of comedienne who delights the audience by letting herself be cuffed and slapped on the cheeks, and makes them guffaw by raising her skirts to reveal to the spectators those feminine secrets here and there which custom veils from the eyes of the opposite sex. With pretended laziness she mocked her lovers, and coquettishly adopting ever new ways of embracing, was able to keep in a constant turmoil the hearts of the sophisticated. And she did not wait to be asked by anyone she met, but on the contrary, with inviting jests and a comic flaunting of her skirts herself tempted all men who passed by, especially those who were adolescent.</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>On the field of pleasure she was never defeated. Often she would go picnicking with ten young men or more, in the flower of their strength and virility, and dallied with them all, the whole night through. When they wearied of the sport, she would approach their servants, perhaps thirty in number, and fight a duel with each of these; and even thus found no allayment of her craving. Once, visiting the house of an illustrious gentleman, they say she mounted the projecting cornerof her dining couch, pulled up the front of her dress, without a blush, and thus carelessly showed her wantonness. And though she flung wide three gates to the ambassadors of Cupid, she lamented that nature had not similarly unlocked the straits of her bosom, that she might there have contrived a further welcome to his emissaries.</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong> Frequently, she conceived but as she employed every artifice immediately, a miscarriage was straightway effected. Often, even in the theater, in the sight of all the people, she removed her costume and stood nude in their midst, except for a girdle about the groin: not that she was abashed at revealing that, too, to the audience, but because there was a law against appearing altogether naked on the stage, without at least this much of a fig-leaf. Covered thus with a ribbon, she would sink down to the stage floor and recline on her back. Slaves to whom the duty was entrusted would then scatter grains of barley from above into the calyx of this passion flower, whence geese, trained for the purpose, would next pick the grains one by one with their bills and eat. When she rose, it was not with a blush, but she seemed rather to glory in the performance. For she was not only impudent herself, but endeavored to make everybody else as audacious. Often when she was alone with other actors she would undress in their midst and arch her back provocatively, advertising like a peacock both to those who had experience of her and to those who had not yet had that privilege her trained suppleness.</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong> So perverse was her wantonness that she should have hid not only the customary part of her person, as other women do, but her face as well. Thus those who were intimate with her were straightway recognized from that very fact to be perverts, and any more respectable man who chanced upon her in the Forum avoided her and withdrew in haste, lest the hem of his mantle, touching such a creature, might be thought to share in her pollution. For to those who saw her, especially at dawn, she was a bird of ill omen. And toward her fellow actresses she was as savage as a scorpion: for she was very malicious.</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Later, she followed Hecebolus, a Tyrian who had been made governor of Pentapolis, serving him in the basest of ways; but finally she quarreled with him and was sent summarily away. Consequently, she found rherself destitute of the means of life, which she proceeded to earn by prostitution, as she had done before this adventure. She came thus to Alexandria, and then traversing all the East, worked her way to Constantinople; in every city plying a trade (which it is safer, I fancy, in the sight of God not to name too clearly) as if the Devil were determined there be no land on earth that should not know the sins of Theodora.</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong> Thus was this woman born and bred, and her name was a byword beyond that of other common wenches on the tongues of all men. But when she came back to Constantinople, Justinian fell violently in love with her. At first he kept her only as a mistress, though he raised her to patrician rank. Through him Theodora was able immediately to acquire an unholy power and exceedingly great riches. she seemed to him the sweetest thing in the world, and like all lovers, he desired to please his charmer with every possible favor and requite her with all his wealth. The extravagance added fuel to the flames of passion. With her now to help spend his money he plundered the people more than ever, not only in the capital, but throughout the Roman Empire. As both of them had for a long time been of the Blue party, they gave this faction almost complete control of the affairs of state.</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><span class="kant"><strong><br />
</strong></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><span class="kant"><strong><br />
</strong></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><span class="kant"><strong><br />
</strong></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><span class="kant"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size: 100%;"><span style="font-family: arial;"><br />
</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/sejarah-theodora.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laut Majene</title>
		<link>http://pupung.com/laut-majene.html</link>
		<comments>http://pupung.com/laut-majene.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 05:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=997</guid>
		<description><![CDATA[Kalangan pelaut Bugis-Makassar menyebut lokasi kejadian itu sebagai perairan Tanjung Baturoro. Sementara itu, pelaut Mandar menyebutnya sebagai Tanjung Rangas atau Sumarorong. Sejak dulu perairan tersebut menjadi momok bagi pelaut Bugis-Makassar dan Mandar. Para anak buah kapal Haji Sappe (60) dan kalangan pelayaran lain yang biasa melabuhkan kapal di Pelabuhan Mara’ bombang-Suppa, Kabupaten Pinrang, dan Cappaujung, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalangan pelaut Bugis-Makassar menyebut lokasi kejadian itu sebagai perairan Tanjung Baturoro. Sementara itu, pelaut Mandar menyebutnya sebagai Tanjung Rangas atau Sumarorong. Sejak dulu perairan tersebut menjadi momok bagi pelaut Bugis-Makassar dan Mandar. Para anak buah kapal Haji Sappe (60) dan kalangan pelayaran lain yang biasa melabuhkan kapal di Pelabuhan Mara’ bombang-Suppa, Kabupaten Pinrang, dan Cappaujung, Kota Parepare (Sulawesi Selatan), sudah hafal tentang ritual apa yang harus dilakukan ketika melintas di sana, khususnya jika dalam perjalanan menuju Kalimantan.</p>
<p><span id="more-997"></span></p>
<p>Guna menjinakkan gelombang dan pusaran air yang sulit diduga, mereka biasanya melarung baki berisi hidangan ketan dan telur. Ini sebagai persembahan atau semacam izin lewat kepada penguasa laut. Cerita rakyat yang berkembang di daerah ini menyebutkan kalau mereka yang tidak melakukan ritual tersebut, siap-siap saja menghadapi nasib sial. Entah hanya sekadar mitos atau memang beanr-benar nyata, buktinya sudah banyak korban melayang di kawasan ini.<br />
Majene memang daerah yang perlu diwaspadai. Ahmad Bahar, dosen ilmu kelautan Universitas Hasanuddin, mengatakan bahwa di perairan itu terdapat pertemuan arus dan tanjung serta pusaran angin. <span style="color: darkred;">Arus dari arah Laut Flores dan Laut Sulawesi bertemu di sana</span>. Tanjung tersebut memanjang mulai dari selatan ke utara, dari pesisir Kota Makassar hingga Mamuju (Sulawesi Barat).”Pusaran air juga ada di daerah itu karena arus dari utara, seperti Laut Sulawesi, dan dari arah selatan, seperti Laut Flores, masuk ke Selat Makassar dan bertemu di perairan Majene dan Mamuju,” papar Ahmad. Menurutnya, <span style="color: darkred;">di situ juga sering terjadi perubahan cuaca secara mendadak, pusat tekanan di laut berubah rendah secara mendadak. Ini bisa mengubah tekanan angin secara tiba-tiba dan akibatnya mengubah gelombang</span>. Belum lagi kalau perubahan gelombang menyebabkan ombak memukul dari samping kapal.<br />
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sri Woro B. Hardjono mengatakan, sebelum terjadi peristiwa tenggelamnya KM Teratai Prima itu, pihaknya sudah mengeluarkan warning tentang tinggi gelombang laut di Perairan Majene lebih dari 2,5 meter untuk periode 10 Januari sampai 11 Januari 2009. Informasi sudah disampaikan pada administrator pelabuhan, bagian kenavigasian Ditjen Hubla, termasuk pihak operator pelayaran. Informasi itu berlaku untuk satu pekan, namun diperbarui per hari.<br />
Lalu apakah laut Mejene benar-benar angker? Ketua DPR Agung Laksono tidak percaya hal itu. “Ah saya nggak percaya itu daerah angker. Kami mengimbau kepada Dephub, jika memang cuaca masih buruk, kalau perlu tidak diizinkan melaut saja,” katanya. Semua itu kembali kepada kita, bagaimana menyikapi fenomena ini. Dan yang pasti, peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bagi kita, agar tidak terjadi peristiwa serupa di kemudian hari.</p>
<p><strong>Mundur sedikit dengar cerita lama</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.jakartapress.com/news/images/3626/Misteri-Laut-Majene.jpg" alt="" width="417" height="255" />Laut Majene kembali memakan korban. Setelah awal tahun 2007 (1 Januari 2007) lalu Adam Air menjadi bangkai di perairan ini, pada 11 Januari 2009 kemarin giliran Kapal Motor Teratai Prima menjadi korbannya. Hingga Selasa (13/1) kemarin, jumlah korban selamat sebanyak 35 orang, sementara sekitar 250-an korban lainnya masih dalam pencarian. Anehnya, dua peristiwa itu terjadi, sama-sama, di awal tahun. Kebetulankah?<br />
Selain dua peristiwa yang menyita perhatian publik tersebut, ada beberapa peristiwa lain terjadi di sekitar wilayah perairan yang terletak di Baturoro, Sulawesi Barat ini. Pada 19 Juli 2007, misalnya, KM Mutiara Indah tenggelam di perairan Majene, sekitar 1,5 mil dari Pantai Tanjung Rangas. Sehari kemudian, 20 Juli 2007, KM Fajar Mas tenggelam sekitar 60 mil dari Pantai Tanjung Rangas. Kedua kapal ini berangkat dari Sangkulirang, Kalimantan Timur, menuju Awerrangnge, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Kemudian pada 16 Agustus 2007 giliran kapal penangkap ikan Sumber Awal tenggelam di perairan Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur. Hampir setahun kemudian, 8 Juli 2008, nasib naas menyambut kapal pengangkut bahan kebutuhan pokok yang tenggelam di perairan Tanjung Rangas saat berlayar dari Palu (Sulawesi Tengah) ke Makassar (Sulsel). Pertanyaannya, ada apa di perairan Majene?baik-baik aja&#8230;ha..ha..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/laut-majene.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benda-benda seni yang menjadi cerita</title>
		<link>http://pupung.com/benda-benda-seni-yang-menjadi-cerita.html</link>
		<comments>http://pupung.com/benda-benda-seni-yang-menjadi-cerita.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 04:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=991</guid>
		<description><![CDATA[Kalo kita inget film Night at the Museum, pasti kita juga ingat betapa repotnya sang penjaga museum menjaga benda-benda bersejarah yang ada di dalamnya mendadak hidup. Kita juga sering denger, kalo benda-benda peninggalan masa lalu katanya ada penunggunya… bener apa gak sih??? Nahhh di bawah ini ada beberapa benda-benda penuh misteri dan sampe skarang belom [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://tidakmenarik.files.wordpress.com/2009/02/crying-boy.jpg?w=490&amp;h=644" alt="" width="326" height="428" />Kalo kita inget film Night at the Museum, pasti kita juga ingat betapa repotnya sang penjaga museum menjaga benda-benda bersejarah yang ada di dalamnya mendadak hidup. Kita juga sering denger, kalo benda-benda peninggalan masa lalu katanya ada penunggunya… bener apa gak sih??? Nahhh di bawah ini ada beberapa benda-benda penuh misteri dan sampe skarang belom ada yang bisa mencahin misteri itu….</p>
<p>Pada tahun 1985, Inggris dibuat heboh dengan rangkaian kebakaran yang terjadi secara misterius. Kehebohan pun berlanjut ketika ditemukan bahwa di semua rumah yang nyaris terbakar habis, terdapat sebuah benda yang tidak tersentuh api, yaitu lukisan anak laki-laki yang menangis. Kabar yang lebih mengejutkan muncul, ternyata sebelumnya sudah banyak kasus serupa lain yang tidak meninggalkan petunjuk logis.</p>
<p>Setelah ditelusuri, konon sang objek lukisan tersebut adalah seorang anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal terbakar. Tak berapa lama setelah lukisan tersebut diproduksi, studio sang pelukis hancur terlalap api. Bocah tersebut pun kemudian tewas dalam sebuah ledakan. Katanya, arwah si bocah-lah yang menghantui melalui tangisan dalam lukisan tersebut.</p>
<p>Untuk menghilangkan kutukannya, sebuah terbitan lokal pun menggelar aksi pembakaran lukisan yang diproduksi secara massal tersebut. Banyak lukisan berhasil dimusnahkan, tetapi diperkirakan masih ada ribuan cetakan lainnya beredar di seluruh dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/benda-benda-seni-yang-menjadi-cerita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendaftaran Calon PNS (CPNS) tamatan SMA</title>
		<link>http://pupung.com/pendaftaran-calon-pns-cpns-tamatan-sma.html</link>
		<comments>http://pupung.com/pendaftaran-calon-pns-cpns-tamatan-sma.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 05:02:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=981</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini dunia kerja lagi kurang-kurangnya,apa lagi di kota padang pasca gempa,banyaknya orang yang di PHK karena gedung atau perusahaan meraka terkena gempa.sehingga saat ini solusinya adalah pendaftaran CPNS yang tamatan SMA di Padang.
Karena kebanyakan merka adalah orang-orang yang tidak melanjutkan pendidikannya dulunya,kalaupun ada yang sarjana namun yang pendaftaran CPNS tamatan SMA sangat di damba-dambakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini dunia kerja lagi kurang-kurangnya,apa lagi di kota padang pasca gempa,banyaknya orang yang di PHK karena gedung atau perusahaan meraka terkena gempa.sehingga saat ini solusinya adalah pendaftaran CPNS yang tamatan SMA di Padang.<span id="more-981"></span></p>
<p>Karena kebanyakan merka adalah orang-orang yang tidak melanjutkan pendidikannya dulunya,kalaupun ada yang sarjana namun yang pendaftaran CPNS tamatan SMA sangat di damba-dambakan sekali.</p>
<p>Banyak diantara mahasiswa yang saat ini berfikir akan berhenti kuliah untuk sementara waktu untuk mendapatkan kerja menjadi PNS atau mengikuti pendaftaran CPNS di Padang.Sikap ini tumbuh atas pemikiran masyarakat yang menyatakan tamat sarjana tidak menjanjikan untuk dapat pekerjaan bagus.Toh pada dasarnya kuliah akan dapat dijalankan saat kita telah kerja nantik.</p>
<p>itu memang benar&#8230;.</p>
<p>tapi pada kenyataannya itu hanya teori,dan sulit untuk mereka jalankan,kebanyakan malah saat telah kerja tak penting lagi untuk kuliah bahkan apa lagi jika sudah punya keluarga dan anak.wah&#8230;kebanyakan susah-susah gampang untuk dijalankan,selamat bagi yang lulus CPNS nantik dan tetap semangat untuk yang tak lulus</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/pendaftaran-calon-pns-cpns-tamatan-sma.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parodi: IP , Take Me Out and Take Him Out</title>
		<link>http://pupung.com/parodi-ip-take-me-out-and-take-him-out.html</link>
		<comments>http://pupung.com/parodi-ip-take-me-out-and-take-him-out.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 04:43:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=978</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari Minggu malam, saya dan tiga teman menyaksikan acara perjodohan berjudul Take Me Out yang ditayangkan sebuah stasiun televisi. Itu kala pertama kali saya menyaksikannya meski sudah berulang kali saya mendengar teman-teman menceritakan acara itu.
Setelah menyaksikan sekian jam lamanya, acara itu membuat saya tertawa tergelak, terhibur, dan juga membuat saya terenyuh. Pokoknya, membuat perasaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari Minggu malam, saya dan tiga teman menyaksikan acara perjodohan berjudul <em>Take Me Out </em>yang ditayangkan sebuah stasiun televisi. Itu kala pertama kali saya menyaksikannya meski sudah berulang kali saya mendengar teman-teman menceritakan acara itu.</p>
<p>Setelah menyaksikan sekian jam lamanya, acara itu membuat saya tertawa tergelak, terhibur, dan juga membuat saya terenyuh. Pokoknya, membuat perasaan hati campur aduk.</p>
<p><strong>”Uelek”</strong></p>
<p>Mengapa saya terenyuh? Saya menyaksikan seorang wanita muda muncul dan setelah beberapa menit mendapat kesempatan untuk memperkenalkan diri, MC memberikan kesempatan kepada para pria untuk memilih atau tidak. Para pria berdiri dengan meja berlampu di depannya. Kalau mereka memilih, meja berlampu itu berwarna kuning, tetapi kalau mereka tidak berniat memilih, meja berlampu itu berubah menjadi merah.<span id="more-978"></span></p>
<p>Dalam hitungan detik, pria sejumlah lebih kurang tiga puluh orang itu semuanya mematikan meja berlampu yang ada di hadapan mereka. Artinya, tak satu pun dari mereka berniat memilih wanita muda itu. Sudah bisa ditebak, wanita itu harus angkat kaki dan pulang dengan tangan hampa.</p>
<p>Menurut cerita teman saya, karena saya tak menyaksikan, di acara perjodohan yang sama dengan judul berbeda, <em>Take Him Out</em>, seorang bapak guru yang hanya bermodalkan sepeda juga mengalami nasib nyaris sama. Saya tak bisa membayangkan kalau saya jadi wanita muda dan bapak itu. Bisa jadi saya pasti malu sekali dan saya yakin muka saya merah padam seperti warna meja berlampu itu. Meja yang dipadamkan itu.</p>
<p>Saya akan merasa ditolak mentah-mentah. Tidak laku. Saya akan sedih pada diri saya sendiri, melihat kenyataan kalau tak ada yang merasa perlu memberikan kesempatan kepada saya untuk di-<em>probe </em>lebih lanjut. Dan yang lebih terenyuh lagi, sejagat Nusantara ini melihat saya tidak laku, saya tak bernilai.</p>
<p>Saya angkat topi kepada keduanya atau peserta yang berani mengikuti acara itu. Berani mengambil risiko. Risiko ditolak itu. Dan lebih terenyuh lagi, saat saya membayangkan menjadi orangtua dan melihat anak saya ditolak di depan umum, <em>alamak</em>&#8230; apa rasanya. Itu belum termasuk mendengar komentar mereka yang menolak, yang kadang harus diakui, kejujuran mereka menghunjam perasaan sebagai manusia.</p>
<p>Bukankah sejujurnya tak ada manusia di dunia ini mau mendengar hal yang menyinggung perasaan hatinya? Yang menyakitkan meski faktanya memang demikian? Tetapi, di layar televisi malam itu saya menyaksikan masih ada banyak orang yang berani berhadapan dengan ketersinggungan itu. Saya mendapat pelajaran untuk melihat nilai-nilai yang <em>ora elok </em>yang dahulu diajarkan itu sekarang boleh dibuka habis-habisan di depan umum. Luar biasa. Mungkin itu sebabnya tayangan iklan dalam acara ini ”sejuta” banyaknya. Mereka mendukung ”keterbukaan” itu.</p>
<p><strong>Bodoh</strong></p>
<p>Setelah menyaksikan tayangan di rumah teman itu, saya pulang. Dalam perjalanan di dalam taksi bersama seorang teman, saya teringat akan pertemuan saya beberapa bulan lalu di Kota Buaya. Pada akhir acara pertemuan itu, seorang bapak maju untuk mengumumkan, beliau dengan timnya telah membentuk program mulia mendukung anak-anak kurang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dengan persyaratan indeks prestasi alias IP minimal harus setinggi gunung.</p>
<p>Maksud saya setinggi gunung itu bukan satu koma atau dua koma, tetapi tiga koma sekian. Kalau bisa, empat koma sekian. Semoga tidak koma alias tidak sadarkan diri saking tingginya IP itu. Beliau juga mengajak para undangan malam itu, kalau punya sahabat atau teman atau kenalan yang kurang mampu tetapi memiliki IP yang tinggi, bisa menghubungi dia. Tujuannya bukan hanya sekadar memberikan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi, tetapi agar suatu hari mereka-mereka itu bisa duduk di dalam jajaran pemerintahan dan memajukan negeri ini.</p>
<p>Tiba di rumah, malam itu saya tak bisa tidur. Setelah menyaksikan tayangan televisi dan mengingat acara di Kota Buaya itu, saya kemudian bertanya. Tentu kepada diri sendiri. Siapa yang akan mendukung saya, memberi fasilitas masuk ke jenjang lebih tinggi kalau saya ini sudah tidak mampu secara finansial dan punya IP tidak tiga, tetapi hanya satu koma dan dua koma? Maksud saya, koma tak sadarkan diri saking gebleknya.</p>
<p>Apakah saya tak bisa masuk ke dalam jajaran pemerintahan supaya bisa memajukan negeri ini dengan IP macam itu? Ke mana saya harus pergi? Pertanyaan salah, ke mana saya akan dibuang? Sudah miskin, bodoh pula.</p>
<p>Dan kemudian setelah pertanyaan itu, ada pertanyaan berikutnya. Siapa mau pacaran dan berjodoh sama saya kalau saya jelek? Kalau saya cuma punya sepeda dan hanya sekadar pengusaha kue brownies, bukan seorang general manager yang mungkin gajinya sebelas dua belas dengan penjualan kue berwarna gelap itu? Kalau secara <em>de facto </em>di layar televisi dan se-Nusantara tahu saya ditolak mentah-mentah pada menit pertama oleh sekian puluh sosok, ke mana saya harus pergi?</p>
<p>Pertanyaannya salah. Ke manakah saya harus dibuang? Siapa yang mau sama saya kalau semua maunya yang cantik, tampan, kaya raya? Ataukah saya harus kerja pontang-panting untuk menjadi kaya, meski jelek, orang pasti mau sama saya karena ada agenda lain di benak mereka. Mengejar harta saya dan saya tak keberatan daripada tidak laku?</p>
<p>Bayangkan kalau dua kejadian di atas saya jadikan satu skenario, maka saya adalah manusia yang sudah tak mampu alias miskin, bodoh, dan jelek pula. Weleh&#8230; weleh&#8230; weleh… sampah beneran, bukan?</p>
<p>Ke manakah saya harus pergi? ”Enggak usah pergi ke mana-mana. <em>Sampean </em>jangan gampang nyerah gitu dong. Gini, <em>dengerin</em>. Buat saja yayasan pesaing. Namanya Yayasan Gelek. <em>Wis Guoblok tur Uelek</em>. Ketuanya <em>sampean</em>. <em>Pas tenane</em>. Coba kamu bercermin. Tuh… kelihatan kan… kalau kamu itu <em>uelek</em>.”</p>
<p>Seperti biasa, nurani itu memang dibuat ada untuk menghina yang memilikinya. Salah, untuk mengingat pemiliknya. Mengingatkan pemiliknya miskin, bodoh, dan jelek pula, maksudnya.</p>
<p><strong>KILAS PARODI</strong></p>
<p>Kalau&#8230;</p>
<p>1. Anda seperti saya, jelek secara fisik</p>
<p>Jangan Anda merasa terbuang. Jangan bersembunyi dengan pemikiran, kalau jelek secara fisik, saya masih punya kecantikan yang dari dalam. Jangan. Jelek ya jelek. Cantik ya cantik. Diterima saja, jangan memanipulasi perasaan dan sekali lagi jangan mencari tempat persembunyian. Bagian luar dan bagian dalam jangan dicampur aduk. Sudah demikian adanya, di dunia harus ada yang berperan sebagai orang jelek dan orang cantik. Orang kaya dan orang miskin. Orang bodoh dan orang pandai. Jangan pernah menyalahkan Pencipta Anda. Ia tak mungkin keliru. Yang membuat standar jelek dan tidak jelek bukan Sang Pencipta, tetapi penghakim&#8230; eh… salah, manusia yang diciptakan yang selalu bertabiat seperti penghakim.</p>
<p>2. Anda seperti saya, bodoh</p>
<p>Jangan merasa terbuang. Jangan juga memanipulasi, dengan memberi pernyataan dalam hati, biar bodoh, tetapi cantik dan kaya. Anda tetap bodoh dan Anda sedang tidak dalam membicarakan soal cantik dan kaya. Kalaupun Anda mau menghubungkan cantik dan bodoh, maka berbahagialah kalau Anda bodoh sehingga tak memiliki kemampuan berpikir menjual kecantikan Anda ke tempat yang tidak benar.</p>
<p>Tetapi, hati-hati karena ada orang pandai di sekitar Anda bernama orangtua, teman, germo yang bisa melihat Anda bisa dijual. Pertanyaannya, orang goblok itu bisa hati-hati enggak, ya? Saya kok jadi bingung sendiri. ”Nah yaa itu…. wong <em>sampean </em>itu <em>guoblok </em>ya&#8230; <em>pancen </em>bingung….” Itu suara dari dalam yang senangnya nimbruuung saja.</p>
<p>3. Anda seperti saya, miskin</p>
<p>Jangan merasa terbuang dan berpikir tak ada yang mau dengan Anda. Saya pastikan tetap ada yang mau. Jangan memanipulasi dengan berkata aku miskin, tetapi kaya dalam perbuatan baik dan kaya dalam kebahagiaan batin. Miskin itu menurut ukuran manusia adalah yang uangnya enggak ada, enggak berhubungan dengan kekayaan jiwa. Itu urusan lain. Jadi, terima kenyataan Anda itu miskin karena memang ada yang harus berperan sebagai orang miskin.</p>
<p>Makanya, mau mengentaskan orang dari kemiskinan itu tak mungkin bisa. Sama seperti tak mungkin bisa mengentaskan hitam dari putih, kejahatan dari kebaikan. Yaa&#8230; buktinya masih ada kan orang goblok, miskin tur uelek di dunia ini, bukan? ”Yaaa iyalah…. lihat aja lo sendiri….” Kadang saya berpikir kalau saja saya bisa membungkam nurani sendiri. <strong></strong></p>
<p><!-- logo sponsorship area--></p>
<div id="article_body">.indosat {font: bold italic 12px Tahoma;}</p>
<div class="indosat"></div>
<p><!-- logo sponsorship area--></p>
<p><!--footer --></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/parodi-ip-take-me-out-and-take-him-out.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Etika -Sosial anak muda Sumatra Barat (Sumbar)</title>
		<link>http://pupung.com/etika-sosial-anak-muda.html</link>
		<comments>http://pupung.com/etika-sosial-anak-muda.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 03:30:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=972</guid>
		<description><![CDATA[Zaman sekarang sering kali kita mendengar kalau orang tua bilang anak-anak zaman sekarang tidak ber etika atau dalam bahasa indonesia bakunya disebut etiket.Kalau dilihat memang benar adanya misalnya saja anak-anak sekang dalam naik angkutan umum atau yang kita kenal dengan sebutan angkot,banyak sekali dari kita baik itu anak SMA,SMP,SD bahkan kuliah yang anak-anaknya merasa dah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Zaman sekarang sering kali kita mendengar kalau orang tua bilang anak-anak zaman sekarang tidak ber <strong>etika</strong> atau dalam bahasa indonesia bakunya disebut <strong>etiket</strong>.Kalau dilihat memang benar adanya misalnya saja anak-anak sekang dalam naik angkutan umum atau yang kita kenal dengan sebutan angkot,banyak sekali dari kita baik itu anak SMA,SMP,SD bahkan kuliah yang anak-anaknya merasa dah dewasa sok pintar dan sok cantik tidak mau membagi tempat duduk dengan penumpang yang lainnya.atau bahkan saat turun angkot susah sekali untuk turun yang ibuk-ibuk membiarkan barang-barang belanjaannya sedangkan kalau terinjak dia akan marah.yang anak-anak SMA,SMP,SD juga ikut-ikutan demikian tidak mau masuk kedalam dan tidak memberi tempat atau bahkan tidak memberi tempat duduk</p>
<p>Sebenarnya apa lagi masyarakat sumbar yang katanya nih terkenal dengan adat istiadat tapi kok kurang ya etikanya.ndak saat naik angkot,ndak saat ada yang kemalangan malah buat acara besar-besaran pakai orgen tungal atau malah jadi penonton di negri sendiri,dan parahnya semua ingin dapat sumbangan,semua ngaku-ngaku miskin saat ada bantuan,semua ngaku-ngaku bermasalah</p>
<p>saat ada kumpul-kumpul ibuk-ibuk RT atau lurah aja lihat aja dari masalah yang kecil ini semua ngaku-ngaku kaya,semua bangga-banggain anaknya yang sarjana.atau apalah.sebetulnya apa iya itu adat orang timur??? atau apa iya masyarakat sumatra barat ini dah kehilangan jati dirinya sebagai orang yang ber adat dan punya tutur kata dan sopan santun</p>
<p>lihat lah sekarang yang tua menyalahkan yang muda,yang muda menertawakan yang tua,APA DUNIA MAU KIAMAT?? YA DUNIA SUMBAR SUDAH KIAMAT ATAS NAMA ETIKA SOSIAL DAN ADAT ISTIADATNYA YANG TAK ADA LAGI.</p>
<p>kenapa saya bilang demikian??<span id="more-972"></span></p>
<p>karena saya sebagai orang sumbar juga merasa asing di negeri sendiri.</p>
<p>kalau saya bilang etika dan adat istiadat bangsa ini hanya tinggal TEORI itu masih lumayan. setidaknya masih bisa lagi untuk kembali di pelajari.tapi ini dah hilang alias tak ada sama sekali menurut aku</p>
<p>contoh nyatanya saja sekarang ibuk bapak anak tua muda lebih mentingkan TIK yang memeng harus ada,tapi mata pelajaran BAM sudah dihapus dari kurikulum.Apa-apaan ini.</p>
<p>Kalau masyarakatnya tau adatnya sendiri tak masalah mungkin di hilangkan dan di buat pelatihan tiap hari di sanggar atau taman budaya padang itu untuk pengenalan adat istiadat untuk umum dan tidak hanya orang sanggar aja yang mengisinya</p>
<p>tapi lihatlah sudah tak tau adat istiadat,etika sumatra barat itu apa sekarang kita cuma bisa ngomong karena mata pelajaran sebagai salah satu sumber belajar etika dan adat istiadat minang saja sudah di hapus</p>
<p>astafirullah&#8230;&#8230;&#8230; aku sudah gila gara-gara ngomongin ini.hampir berbusa mulut melihat perkembangan dan politik serta adat sosial di sumbar ini</p>
<p>Maaf kata saya ucapkan yang tersinggung marah-marahlah dan yang ngerasa rubahlah dari dirimu sendiri.karena saya juga bukan manusia yang sempurna.makasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/etika-sosial-anak-muda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Delapan Penjelasan Psikologis Timbulnya Sinyal Asmara</title>
		<link>http://pupung.com/delapan-penjelasan-psikologis-timbulnya-sinyal-asmara.html</link>
		<comments>http://pupung.com/delapan-penjelasan-psikologis-timbulnya-sinyal-asmara.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 05:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[LIRIKAN mata tidak cukup untuk menjelaskan bagaimana Anda dan seseorang lawan jenis punya daya tarik menarik. Jika lirikan mata turun ke hati,  bagaimana cara mengetahui apakah perasaan tersebut tidak bertepuk sebelah tangan?
Atau, pertanyaan klise yang sering diajukan banyak pasangan yang telah lama menjalin hubungan, mengapa percikan asmara yang dulu pernah menggelora kini tidak bergelora seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">LIRIKAN</span> mata tidak cukup untuk menjelaskan bagaimana Anda dan seseorang lawan jenis punya daya tarik menarik. Jika lirikan mata turun ke hati,  bagaimana cara mengetahui apakah perasaan tersebut tidak bertepuk sebelah tangan?</p>
<p>Atau, pertanyaan klise yang sering diajukan banyak pasangan yang telah lama menjalin hubungan, mengapa percikan asmara yang dulu pernah menggelora kini tidak bergelora seperti pada awalnya?</p>
<p>Jika penasaran terhadap jawaban atas sejumlah pertanyaan di atas, simak saja penjelasan yang diberikan Beverly Palmer, Ph.D, seorang profesor psikologi dari California State University, berikut ini:</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1. Sinyal-sinyal asmara</span><br />
&#8221;Sinyal terpenting yang menunjukkan rasa tertarik adalah kontak mata yang terjalin antara satu sama lain,&#8221; cetus Palmer. Kontak mata tersebut bukan berupa tatapan tajam, melainkan lebih menyerupai lirikan sekilas dalam hitungan detik.</p>
<p>Jika seorang perempuan melirik seorang <span id="more-956"></span>laki-laki dan dia menyadarinya, laki-laki tersebut kemungkinan besar akan balas melirik. Lantas, perempuan itu akan meliriknya kembali, dan jika laki-laki itu merasa tertarik maka dia akan balas melirik sekali lagi.</p>
<p>Kontak mata yang terjadi secara berulang kali dan berlangsung timbal balik ini merupakan indikasi rasa saling tertarik, yang bisa menggerakkan sejumlah sinyal tubuh lain.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">2. Tahapan hubungan</span><br />
Percik asmara merupakan tahapan awal dalam menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Tahap selanjutnya adalah kedekatan emosional dan komitmen. &#8221;Tahapan asmara itu hanya bertahan maksimum selama dua setengah tahun, jika pasangan tersebut terus menjalin kontak,&#8221; imbuh Palmer.</p>
<p>Tahapan ini sangat tergantung pada daya tarik non verbal. Sedangkan kedekatan emosional dapat dibangun sejak dini, dan hal inilah yang dapat menumbuhkan serta mengikat daya tarik satu sama lain.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">3. Tingkah laku menggoda</span><br />
Setelah melakukan kontak mata, dua orang yang saling tertarik akan melancarkan aksi &#8221;menggoda&#8221; satu sama lain, yakni dengan menyentuh bagian tertentu dari tubuh yang mereka pikir menarik secara seksual.</p>
<p>Misalnya, perempuan akan menjilati bibir atau menyentuh kakinya, sementara laki-laki akan mengencangkan dasi, berdiri dengan pinggul dimajukan ke depan, atau mengaitkan jari di sekeliling ikat pinggang. Biasanya, semua hal itu dilakukan tanpa sadar.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">4. Bahasa tubuh</span><br />
Selain itu, dua orang yang saling tertarik biasanya akan menirukan bahasa tubuh pasangannya. Misalnya, jika yang satu menyilangkan kaki maka yang lain akan ikut menyilangkan kaki. &#8221;Ini merupakan bahasa tubuh tambahan untuk menyatakan &#8216;aku tertarik padamuâ€™,â€™â€™ujar Palmer.</p>
<p>Pada tahap ini, kedua orang itu mulai menyadari tingkah laku mereka dan mempertimbangkan kemungkinan untuk maju ke level selanjutnya.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">5. Faktor pemikat</span><br />
Meskipun banyak ahli berpendapat feromon (bau khas yang dikeluarkan tubuh) memainkan peranan penting dalam memikat lawan jenis, Palmer berpendapat lain. Menurutnya, masalah tersebut jauh lebih kompleks. Umumnya, penglihatan merupakan faktor yang menjadi pemicu daya tarik, sebab banyak orang yang terperangkap dalam standar stereotip tentang keindahan.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">6. Penampilan vs kepribadian</span><br />
Menurut sebuah hasil studi yang dipublikasikan di dalam Personal Reationship, seseorang yang memiliki kepribadian positif akan terlihat jauh lebih menarik. Sebaliknya, seseorang yang memiliki kepribadian negatif, misalnya tidak jujur dan kasar, akan terlihat kurang menarik secara fisik.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">7. Pasangan jiwa</span><br />
Sebenarnya, tipe pasangan seperti apa yang dicari seseorang untuk menjadi pendamping hidupnya? Menurut Palmer, tanpa sadar orang mencari pasangan dengan tipe yang berseberangan dengannya. Tujuannya adalah supaya bisa melengkapi kebutuhan yang tidak terpenuhi. Misalnya, seseorang yang tidak pandai bergaul cenderung tertarik dengan orang yang memiliki bakat bersosialisasi.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">8. Asmara yang padam</span><br />
Ketertarikan dan chemistry yang terjalin pada tahap awal bisa bertahan dalam hubungan jangka panjang hingga perkawinan, akan tetapi bisa pula padam. Alasannya, menurut Palmer, ketika kedekatan emosional mulai terjalin, orang-orang menyadari bahwa komitmen dan saling pengertian mengalahkan ketertarikan fisik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/delapan-penjelasan-psikologis-timbulnya-sinyal-asmara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Internet Putus Di kampus Aku di Marahi Orang</title>
		<link>http://pupung.com/internet-putus-di-kampus-aku-di-marahi-orang.html</link>
		<comments>http://pupung.com/internet-putus-di-kampus-aku-di-marahi-orang.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 09:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini aku pergi main ke kampusku untuk main internet meski demam tapi aku pergi juga.Aku pergi naik ojek ndak di antar dengan amar.tiba kampus aku ketemu seseorang yang terkenal dukang donwloand dikampsuku sehingga internet orang-orang jadi sering mampet.
tiba-tiba internet di kampusku ndak connection lagi,trus tiba-tiba aja tuh orang pada mondar-mandir mencek semua lactop orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-753"></span>Hari ini aku pergi main ke kampusku untuk main internet meski demam tapi aku pergi juga.Aku pergi naik ojek ndak di antar dengan amar.tiba kampus aku ketemu seseorang yang terkenal dukang donwloand dikampsuku sehingga internet orang-orang jadi sering mampet.</p>
<p>tiba-tiba internet di kampusku ndak connection lagi,trus tiba-tiba aja tuh orang pada mondar-mandir mencek semua lactop orang apa ada connection atau tidak atau ada yang matikan atau tidak severnya,tiba-tiba dia menuduh aku yang matikan server internetnya melalui program khusus yang dapat mematikan connection internet seseorang.ya jelas aku bilang tidak karena bukan aku yang mutusin tapi mang putus sendiri,di ndak per caya sampai duduk didekatku lihatin aku buka apaan,sampai bolak-balik beberapa kali yang ditanya apa ada aku matikan internetnya dengan nada sombong dan belagu begitu</p>
<p>ngomong-ngomong dia nuduh aku begitu aku sendiri tak punya program itu.</p>
<p>dia juga bilang gara-gara aku ngenet internet jadi mati pasti karena aku matikan.dan dia bilang teman aku yang gendut itu mana? pacarmu itu??? aku bilang itu kakakku mang kenapa</p>
<p>usut punya usut ternyata dia semalam kelahi dengan amar yang aku bilang kakakku itu loh,ternyata dia bertengkar gara-gara internet semalam juga mati tiba-tiba dan kebetulan kakakku itu lagi buka program yang dapat memutuskan connection seseorang itu,padahal dia hanya mencoba,siapa tau bisa jalan,eh kebetulan dia melongo liat-liat lactop kakakku itu nah ribut lah mereka</p>
<p>meski kakakku tak berniat apa-apa karena mang connectionnya lagi putus dia malah ribut-ribut meski kakakku dah mintak maaf</p>
<p>sampai-sampai badut jelek kayak perempuan cerewet mintak ampun itu malah menelfon teman-temannya buat melawan kakakku</p>
<p>dasar badut laki-laki apaan tuh&#8230;</p>
<p>trus tuh badut makin sakit hati aja pas dia tanya jurusan kakakku apa &#8220;teknik mesin&#8221; kata kakakku,eh si baut keperempuan-puanan itu malah makin keki dia bilang dia tak takut ma anak mesin lah ,apa lah dasar laki-laki badut,mending pakai rok aja,susah tuh orang kenja ntar ndak bisa bersosialisasi,sombong,mau menang sendiri,sok hebat,nyatanya pakai bawa-bawa teman,eh besoknya (hari ini tibanya) aku pula yang dia lawan dan di tuduh-tuduhnya banci kali tuh orang,gini-gini meski perempuan aku juga bisa balikin badan laki-laki,kan kita juga mesti punya bela diri buat jaga-jaga.dasar banci badut tak jelas tuh orang</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<p><!--Session data--><br />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/internet-putus-di-kampus-aku-di-marahi-orang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalinan Emas Dikota Padang</title>
		<link>http://pupung.com/jalinan-emas-dikota-padang.html</link>
		<comments>http://pupung.com/jalinan-emas-dikota-padang.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 10:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Tadi sebenarnya aku mau membuat postingan tentang Leporan Evaluasi Pembelajaranku,tapi tadi sekalian blogwalking,pas membuat postingan laporan lama sekali memasukannya dalam blogku,jadi kebetulan aku blogwalking ke blognya mas ciwir http://www.kaumbiasa.com yang disana ada postingan berjudul Gunung Pring,aku fikir salah tulis atau mang ada gunung kayak piring ya kayak dongeng aja fikirku,eh ternyata gunung pring itu adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi sebenarnya aku mau membuat postingan tentang Leporan Evaluasi Pembelajaranku,tapi tadi sekalian blogwalking,pas membuat postingan laporan lama sekali memasukannya dalam blogku,jadi kebetulan aku blogwalking ke blognya mas ciwir http://www.kaumbiasa.com yang disana ada postingan berjudul Gunung Pring,aku fikir salah tulis atau mang ada gunung kayak piring ya kayak dongeng aja fikirku,eh ternyata gunung pring itu adalah bambu-bambu yang buanyak kali mengitari areal sebuah desa,makanya teringat olehku dikotaku Padang ada juga nama aneh seperti demikian</p>
<p>Nama itu adalah Jalin Emas,Pasti awalnya kalau orang tak tau berfikir adalah emas yang di jalin iyakan??? atau ndak?? jalin emas itu adalah <span id="more-576"></span>nama sebuah tempat perkumpulan orang-orang perajin jalin rotan yang bisa dibuat menjadi kursi,lemari,tempat boks baby,,meja,putaran untuk olahraga mengecilkan perut dan lain-lain semuanya dan rotan-rotan yan g berwarna kuning indah itulah yang dijalin-jalin hingga membuat sebuah bentuk yang kita mau nah itu yang disebut jalin emas.sebenarnya sih kerajinan rotan namannya,tapi karena bentuk warna rotannya indah seperti kuning keemasan dan dijalin dan daerah itu banyak terrdapat perajin rotan makanya disebut jalin emas kampung itu.tapi nama jalan aslinya adalah Cengkeh.</p>
<p>nah kalau ada teman-teman yang pernah ke padang tapi tak tau apa itu daerah jalin emas kacau juga tuh,tapi biasanya orang sumatra barat menyebutnya jalin ameh yang artinya jalin emas.</p>
<p>aku juga baru tau padahal aku lahir di padang,gawatnya aku baru tau pas dah kuliah ini,waktu itu aku pergi kerumah tukang jahit baju di daerah itu bersama ibuku,ya maklumlah aku juga jarang keluar rumah kecuali ada keperluan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/jalinan-emas-dikota-padang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
