<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Welcome &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://pupung.com/category/pendidikan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pupung.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 May 2010 13:01:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Keperawanan Dihargai Rp2,2 miliar</title>
		<link>http://pupung.com/keperawanan-dihargai-rp22-miliar.html</link>
		<comments>http://pupung.com/keperawanan-dihargai-rp22-miliar.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 02:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=1108</guid>
		<description><![CDATA[Kisah seorang gadis Selandia Baru yang melelang keperawanannya lewat  internet ternyata bukan hal yang baru. Tahun lalu, seorang mahasiswi  Asal Amerika Serikat juga melelang keperawanannya lewat internet untuk  membayar gelar masternya.
Natalie Dylan (22) asal San Diego, California, menawarkan bercinta  semalam dan ia berhasil membujuk 10 ribu orang laki-laki untuk ikut  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pupung.com/wp-content/uploads/2010/02/100204bdylan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1111" title="Natalie Dylan" src="http://pupung.com/wp-content/uploads/2010/02/100204bdylan-150x150.jpg" alt="Natalie Dylan" width="150" height="150" /></a>Kisah seorang gadis Selandia Baru yang melelang keperawanannya lewat  internet ternyata bukan hal yang baru. Tahun lalu, seorang mahasiswi  Asal Amerika Serikat juga melelang keperawanannya lewat internet untuk  membayar gelar masternya.</p>
<p>Natalie Dylan (22) asal San Diego, California, menawarkan bercinta  semalam dan ia berhasil membujuk 10 ribu orang laki-laki untuk ikut  dalam lelang itu. Anda tahu berapa nilai penawaran yang masuk? Ia  menyebutkan US$243 ribu atau sekitar Rp2.2 miliar lebih.<span id="more-1108"></span></p>
<p>Dylan mengklaim berhasil merebut hati banyak pria, baik pria yang gila  seks maupun para pria yang memintanya dengan sopan termasuk para  pengusaha kaya.</p>
<p>&#8220;Saya tahu bahwa banyak orang akan menghukum saya karena hal ini begitu  tabu, tetapi saya benar-benar tidak punya masalah dengan itu (menjual  keperawanan, red),&#8221; ujar Dylan, seperti dilansir Telegraph.co,uk.</p>
<p>Dylan merasa ini pengalaman yang mengejutkan karena ternyata banyak  orang yang mau mengeluarkan uang begitu besar untuk sebuah keperawanan,  yang menurutnya kini tak lagi dihargai begitu tinggi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/keperawanan-dihargai-rp22-miliar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lelang Keperawanan di Internet Legal?</title>
		<link>http://pupung.com/lelang-keperawanan-di-internet-legal.html</link>
		<comments>http://pupung.com/lelang-keperawanan-di-internet-legal.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 02:15:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=1105</guid>
		<description><![CDATA[Publik Selandia Baru sempat dikejutkan dengan ulah seorang gadis yang  melelang keperawanannya lewat internet. Lewat situs ineed.co.nz, sang  gadis berinisial &#8216;Unigirl&#8217; berhasil meraih harga penawaran hingga Rp 299  juta.
Ross MacKenzie, pemilik situs ineed.co.nz mengatakan apa yang dilakukan  sang gadis adalah sah dan tidak menyinggung perasaan masyarakat pada  umumnya. &#8220;Saya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Publik Selandia Baru sempat dikejutkan dengan ulah seorang gadis yang  melelang keperawanannya lewat internet. Lewat situs ineed.co.nz, sang  gadis berinisial &#8216;Unigirl&#8217; berhasil meraih harga penawaran hingga Rp 299  juta.</p>
<p>Ross MacKenzie, pemilik situs ineed.co.nz mengatakan apa yang dilakukan  sang gadis adalah sah dan tidak menyinggung perasaan masyarakat pada  umumnya.<span id="more-1105"></span> &#8220;Saya tidak menempatkan penilaian moral pada anggota kami yang  percaya kepada hak-hak dasar individu,&#8221; tandas MacKenzie, seperti  dilansir Telegraph.co.uk Kamis (4/2).</p>
<p>Sementara Jurubicara kepolisian Nasional Selandia Baru, Jon Neilson  mengatakan, tidak ada pelanggaran hukum mengenai lelang keperawanan  tersebut. Tetapi ia menyarankan bahwa ini bukan praktik yang aman.</p>
<p>Meski tak ada pelanggaran hukum, tetapi tindakan melelang keperawanan  lewat internet membuat para orangtua di negeri itu merasa resah. Salah  seorang pengurus Organisasi orangtua, Bruce Pilbrow mengatakan kepada  harian New Zealand Herald, sangat menyedihkan jika seorang wanita harus  menjual dirinya untuk memenuhi biaya pendidikan.</p>
<p>Prostitusi di rumah bordil dan di jalanan adalah hal yang legal di  Selandia Baru, seperti halnya menawarkan jasa seksual dalam iklan cetak  maupun online.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/lelang-keperawanan-di-internet-legal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tunjangan Guru Dikorupsi Kepala Dinas</title>
		<link>http://pupung.com/tunjangan-guru-dikorupsi-kepala-dinas.html</link>
		<comments>http://pupung.com/tunjangan-guru-dikorupsi-kepala-dinas.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 02:04:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=1098</guid>
		<description><![CDATA[Indramayu: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu,  Jawa Barat, Suheli, menjadi tersangka kasus korupsi tunjangan guru.  Suheli langsung diperiksa Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri  Indramayu, Kamis (4/2) siang, yang sebelumnya menerima laporan temuan  Badan Pemeriksa Keuangan.
Dugaan sementara yang disangkakan padanya yaitu menyalahgunakan wewenang  dengan mengeluarkan anggaran yang tidak semestinya. Besar anggaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Indramayu:</strong> Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu,  Jawa Barat, Suheli, menjadi tersangka kasus korupsi tunjangan guru.  Suheli langsung diperiksa Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri  Indramayu, Kamis (4/2) siang, yang sebelumnya menerima laporan temuan  Badan Pemeriksa Keuangan.<span id="more-1098"></span></p>
<p>Dugaan sementara yang disangkakan padanya yaitu menyalahgunakan wewenang  dengan mengeluarkan anggaran yang tidak semestinya. Besar anggaran yang  digunakan untuk tunjangan guru sekolah unggulan sekitar Rp 690 juta  pada periode 2009.</p>
<p>Suheli kemudian membagi anggaran tersebut untuk pemeliharaan gedung  sekolah Rp 412 juta. Hasil penyelidikan juga menunjukkan, tujuh sekolah  unggulan menerima anggaran. Namun laporan keuangan hanya mencatat enam  sekolah.</p>
<p>Pihak Kejari Indramayu akan mendalami pengusutan kasus tersebut. Salah  satunya dengan memanggil sejumlah saksi dan memeriksa pejabat dinas  terkait.</p>
<p>Di waktu yang bersamaan dengan pemeriksaan Suheli, sejumlah guru yang  mengaku mewakili ribuan guru dari PGRI Cabang Indramayu berunjuk rasa.  Mereka meminta pihak Kejari Indramayu menangguhkan penahanan Suheli.  Alasannya, agar Suheli bisa melakukan tugasnya seperti biasa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/tunjangan-guru-dikorupsi-kepala-dinas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Minat Baca Mulai Tergeser Menonton</title>
		<link>http://pupung.com/minat-baca-mulai-tergeser-menonton.html</link>
		<comments>http://pupung.com/minat-baca-mulai-tergeser-menonton.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 02:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=1095</guid>
		<description><![CDATA[Minat baca masyarakat mulai tergeser oleh budaya menonton karena  dirasakan lebih menarik. Kebiasaan membaca mulai dari surat kabar hingga  buku-buku populer perlu dipupuk serta ditumbuhkembangkan seluruh  lapisan masyarakat. Kebiasaan membaca akan memberi manfaat yang besar  karena dapat membuka cakrawala dunia.
&#8220;Kearifan utama adalah keluasan cakrawala pikiran dan hati. Dan membaca  adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minat baca masyarakat mulai tergeser oleh budaya menonton karena  dirasakan lebih menarik. Kebiasaan membaca mulai dari surat kabar hingga  buku-buku populer perlu dipupuk serta ditumbuhkembangkan seluruh  lapisan masyarakat. Kebiasaan membaca akan memberi manfaat yang besar  karena dapat membuka cakrawala dunia.<span id="more-1095"></span></p>
<p>&#8220;Kearifan utama adalah keluasan cakrawala pikiran dan hati. Dan membaca  adalah cara membuka cakrawala dunia,&#8221; kata Wali Kota Yogyakarta Herry  Zudianto saat membuka pemeran yang diselenggarakan salah satu penerbit  buku terkemuka Indonesia, di Kota Yogyakarta, Sabtu (30/1)</p>
<p>Media massa, lanjut dia, turut berperan mengembangkan minat baca  masyarakat karena media mampu menembus keterbatasan waktu, jarak dan  tempat sehingga terjangkau oleh semua kalangan. &#8220;Berita baik ataupun  buruk yang ditampilkan dalam media massa dapat memberikan pelajaran  kepada masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p>Lebih jauh Herry Zudianto menyatakan, tidak sepenuhnya setuju dengan  istilah &#8220;bad news is a good news&#8221;, karena &#8220;good news is good news&#8221;.  &#8220;Jika ada berita negatif, mengapa selalu berada di halaman paling depan,  tetapi saat ada berita baik, seringkali dimuat di halaman terakhir,&#8221;  kata Herry.</p>
<p>Herry menambahkan berita baik ditulis dengan tujuan memberikan motivasi  kepada masyarakat, sedangkan berita buruk perlu juga ditulis untuk  memberikan kewaspadaan kepada masyarakat. &#8220;Inilah sebabnya, media  memiliki peran besar untuk membangun nilai di masyarakat,&#8221; katanya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/minat-baca-mulai-tergeser-menonton.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyusun Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)</title>
		<link>http://pupung.com/menyusun-model-pembelajaran-contextual-teaching-and-learning-ctl.html</link>
		<comments>http://pupung.com/menyusun-model-pembelajaran-contextual-teaching-and-learning-ctl.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 14:17:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=1026</guid>
		<description><![CDATA[ 

Pengertian
Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.
CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><a href="http://bandono.web.id/2008/03/07/menyusun-model-pembelajaran-contextual-teaching-and-learning-ctl.php"></a>Pengertian</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><em><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Contextual Teaching and Learning</span></em><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"> (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Rasional</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Dalam Contextual teaching and learning (CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka, bukan menghafalkan fakta. Disamping itu siswa belajar melalui mengalami bukan menghafal, mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikonstruksi oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pemikiran Tentang Belajar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Proses belajar</span></strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"> anak dalam belajar dari mengalami sendiri, mengkonstruksi pengetahuan, kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. <strong>Transfer belajar</strong>; anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan serta ketrampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. <strong>Siswa sebagai pembelajar</strong>; tugas guru mengatur strategi belajar dan membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru, kemudian memfasilitasi kegiatan belajar. <strong>Pentingnya lingkungan belajar</strong>; siswa bekerja dan belajar secara di panggung guru mengarahkan dari dekat.<span id="more-1026"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Hakekat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Komponen pembelajaran yang efektif meliputi:<br />
<strong>Konstruktivisme</strong>, konsep ini yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna atas pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu. Pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak secara tiba-tiba. Strategi pemerolehan pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan dengan seberapa banyak siswa mendapatkan dari atau mengingat pengetahuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Tanya jawab</span></strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">, dalam konsep ini kegiatan tanya jawab yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. Pertanyaan guru digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis dan mengevaluasi cara berpikir siswa, seangkan pertanyaan siswa merupakan wujud keingintahuan. Tanya jawab dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, siswa dengan guru, atau siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Inkuiri</span></strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">, merupakan siklus proses dalam membangun pengetahuan/ konsep yang bermula dari melakukan observasi, bertanya, investigasi, analisis, kemudian membangun teori atau konsep. Siklus inkuiri meliputi; observasi, tanya jawab, hipoteis, pengumpulan data, analisis data, kemudian disimpulkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Komunitas belajar</span></strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">, adalah kelompok belajar atau komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Prakteknya dapat berwujud dalam; pembentukan kelompok kecil atau kelompok besar serta mendatangkan ahli ke kelas, bekerja dengan kelas sederajat, bekerja dengan kelas di atasnya, beekrja dengan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pemodelan</span></strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">, dalam konsep ini kegiatan mendemontrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh, belajr atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. Guru memberi model tentang <strong><em>how to learn</em></strong> (cara belajar) dan guru bukan satu-satunya model dapat diambil dari siswa berprestasi atau melalui media cetak dan elektronik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Refleksi</span></strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">, yaitu melihat kembali atau merespon suatu kejadian, kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal yang sudah diketahui, dan hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. Adapun realisasinya adalah; pertanyaan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu, catatan dan jurnal di buku siswa, kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran pada hari itu, diskusi dan hasil karya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Penilaian otentik</span></strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">, prosedur penilaian yang menunjukkan kemampuan (pengetahuan, ketrampilan sikap) siswa secara nyata. Penekanan penilaian otentik adalah pada; pembelajaran seharusnya membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu, bukan pada diperolehnya informasi di akhr periode, kemajuan belajar dinilai tidak hanya hasil tetapi lebih pada prosesnya dengan berbagai cara, menilai pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Penerapan CTL dalam pembelajaran</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan engkonstruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan baru. Lakukan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua toipik. Kembangkan sifat keingin tahuan siswa dengan cara bertanya. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok). Hadirkan model sebagai contoh dalam pembelajaran. Lakukan refleksi pada akhir pertemuan. Lakukan penilaian otentik yang betul-betul menunjukkan kemampuan siswa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/menyusun-model-pembelajaran-contextual-teaching-and-learning-ctl.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengantar Ilmu Administrasi</title>
		<link>http://pupung.com/pengantar-ilmu-administrasi.html</link>
		<comments>http://pupung.com/pengantar-ilmu-administrasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 05:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[
 

Perbedaan Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Administrasi Niaga 
Perkembangan Administrasi Negara sebagai ilmu. 

Arti      dan definisi Administrasi Negara. 
Arti      Administrasi Niaga. 
Perbedaan      arti laba (untung) dalam pengertian ekonomi dan laba (untung) dalam      pengertian Niaga. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]><br />
<mce:style><!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --></p>
<p><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif";} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.2in; line-height: 150%;"><strong></strong><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Perbedaan Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Administrasi Niaga </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="25"></a><a name="24"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Perkembangan Administrasi Negara sebagai ilmu. </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="26"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti      dan definisi Administrasi Negara. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="27"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti      Administrasi Niaga. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="28"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Perbedaan      arti laba (untung) dalam pengertian ekonomi dan laba (untung) dalam      pengertian Niaga. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="29"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Perbedaan antara Administrasi      Negara dan Administrasi Niaga (swasta). </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Administrasi Negara dan Administrasi Pembangunan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="211"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Administrasi Pembangunan timbul karena adanya tuntutan dan kebutuhan bagi negara-negara yang sedang berkembang, yang berusaha mengatasi masalah-masalah keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan, dan sebagainya. Hal ini disebabkan oleh prinsip-prinsip dan teori-teori dari Administrasi Negara yang tradisional, yang dikembangkan di negara-negara Barat, terutama di negara Amerika Serikat dirasakan tidak sesuai lagi negara-negara yang sedang berkembang. Oleh karena itu Administrasi Pembangunan adalah Administrasi Negara yang berorientasi terhadap pembangunan. Di samping itu Administrasi Pembangunan juga masih mendasarkan diri atas prinsip-prinsip dan analisis Administrasi Negara. Beberapa pendapat dan definisi Administrasi Pembangunan telah dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai bahan perbandingan dan untuk memperluas wawasan. Selanjutnya dikemukakan perbedaan antara Administrasi Negara dan Administrasi Pembangunan untuk lebih memperjelas batas-batas dan ruang lingkupnya. <span id="more-1001"></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Pengelompokan Ilmu Administrasi </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="213"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengelompokan Ilmu Administrasi terdiri atas (a) pengelompokan yang bersifat administrasi umum, (b) pengelompokan di bidang pembangunan, (c) pengelompokan yang bersifat sektoral, dan (d) pengelompokan atas dasar Pelayanan administratif (administrative services). Pengelompokan yang terakhir yaitu pelayanan administratif dilakukan oleh satuan kerja yang disebut dengan Kantor (Perkantoran) atau Manajemen Kantor (Perkantoran). Administrasi Perkantoran bertugas membantu pelaksanaan tugas pokok/tujuan Organisasi/Badan Usaha. Administrasi Kantor/Perkantoran biasanya disebut “Sekretariat” atau “Tata Usaha” yang bertugas melakukan pelayanan administratif, berupa urusan: Kerumahtanggaan, Ketatausahaan, Kepegawaian, Keuangan, dan sebagainya yang bersifat pelayanan intern (internal services). </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: #cc0000;">PERKEMBANGAN ADMINISTRASI SEBAGAI ILMU</span></strong><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengalaman dan Penelitian Hennry Fayol dalam Mengembangkan lmu Administrasi </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="34"></a><a name="33"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Upaya yang dilakukan oleh Henry Fayol dalam usaha      menyelamatkan industri pertambangan yang mengalami kemunduran. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="35"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Alasan      diperlukan latihan dan teori Administrasi, serta upaya yang dilakukan oleh      Henry Fayol untuk memenuhi kebutuhan tersebut. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="36"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Alasan      diperlukan pengajaran Administrasi yang bersitat umum, menurut Henry      Fayol. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="37"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Alasan      Henry Fayol menganjurkan latihan Administrasi bagi jabatan pimpinan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="38"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Upaya yang dianjurkan oleh      Henry Fayol untuk mengembangkan teori administrasi. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Hasil Penelitian Henry Fayol </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="311"></a><a name="310"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Ada 6 kegiatan dari suatu badan      usaha, dimana administrasi merupakan bagian dari kegiatan itu </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="312"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Adanya unsur-unsur administrasi, sebagai pedoman      kegiatan dari suatu badan usaha </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="313"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Fayol menerapkan 14 prinsip-prinsip umum dari      Administrasi </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="314"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Teori Administrasi yang lain, misalnya. </span></strong>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="316"></a><a name="315"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">One head for one body </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="317"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Many brains to help </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="318"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Unity of comnand and unity of direction , </span></strong></li>
</ol>
</li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="320"></a><a name="319"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Teori      komunikasi yang diperkenalkan oleh Fayol yang disebut Jalan Pintas” (the      gangplank) </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Pengalaman dan Penelitian F.W Taylor dalam Mengembangkan Ilmu Administrasi Manajemen </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="322"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengalaman dan Penelitian F.W. Taylor untuk meningkatkan produktivitas kerja para Pekerja di Perusahaan Besi Baja Midvale dan Bethlehem. Berdasarkan atas prestasi kerjanya selama ia bekerja di Perusahaan Besi Baja Midvale, selama 6 tahun ia telah dipromosikan dari pekerja biasa, Kepala Pekerja, Pengawas Pekerja, Kepala Montir, Kepala Perencana sampai ia menduduki jabatan tinggi sebagai ahli-ahli Teknik/Insinyur di Perusahaan Midvale tersebut. Oleh karena keberhasilannya, ia diminta untuk memperbaiki Perusahaan Besi Baja Bethlehem yang sedang mengalami kemunduran. Berdasarkan atas ketekunannya ia dapat berhasil menyelamatkan Perusahaan ini dari suatu kebangkrutan. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
<span style="color: #cc0000;">PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI DI INDONESIA</span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Ilmu Administrasi pada Waktu Pemerintahan Hindia Belanda dan Pengaruh Administrasi Militer </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="45"></a><a name="44"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Penggunaan istilah administrasi      di bidang pemerintahan pada pemerintahan Hindia Belanda. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="46"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pembagian wilayah administrasi. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="47"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Lembaga-lembaga pemerintah Hindia Belanda. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="48"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Susunan organisasi pemerintah Hindia Belanda. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="49"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Daerah-daerah Otonom. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="410"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Istilah administrasi di bidang hukum dan di bidang      perekonomian. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="411"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengaruh      Administrasi Militair pada waktu Perang Dunia II. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Perkembangan Administrasi sesudah Kemerdekaan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="413"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Praktik-praktik administrasi yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda, baik di bidang Pemerintahan, Hukum dan Perekonomian. Namun praktik-praktik administrasi tersebut, dimonopoli oleh orang-orang Belanda. Sehingga ilmu Administrasi kenyataannya menjadi milik bangsa penjajah. Orang-orang Indonesia hanya sekedar sebagai pelaksana saja. Mereka pada umumnya hanya memiliki pangkat sebagai Mandor/Krani, Juru Tulis (Klerk), sehingga mereka hanya mengenal arti administrasi dalam arti sempit. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="414"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengaruh keberhasilan Administrasi Militer pada Perang Dunia II, menyebabkan bangsa-bangsa di dunia banyak mempelajari ilmu administrasi. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="415"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Menyadari atas kekurangannya di bidang administrasi, pemerintah Indonesia mendatangkan Misi Ahli dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kekurangan tersebut. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="416"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Akhirnya Misi Ahli memberikan rekomendasinya, yaitu: Perlunya “Pendidikan dan Latihan Administrasi di Indonesia” (Training for Administration in Indonesia) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
<span style="color: #cc0000;">HUBUNGAN DAN KAITAN ANTARA ADMINISTRASI, ORGANISASI DAN MANAJEMEN</span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Persamaan dan Perbedaan antara Adiministrasi dan Manajemen </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="54"></a><a name="53"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pendapat yang menyatakan bahwa administrasi sama dengan      manajemen. Seperti pendapat yang dikemukakan oleh PBB bahwa kedua istilah      itu dipakai secara sinonim, di mana administrasi banyak dipergunakan di      bidang administrasi Negara, sedangkan manajemen banyak dipergunakan di      bidang administrasi Niaga (swasta) dan Administrasi Niaga (negara). </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="55"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pendapat yang menyatakan bahwa      administrasi berbeda dengan manajemen. Hal ini terutama di bidang      administrasi Negara, administrasi Pemerintah yang dilakukan oleh Presiden      dan para Menteri sebagai penentu kebijaksanaan dalam rangka mencapai      tujuan negara. Sedangkan yang wajib melaksanaan kebijaksanaan tersebut      ialah manajemen. Manajer bertanggung jawab untuk melaksanakannya ke arah      tercapainya tujuan tersebut. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Hubungan dan Kaitan antara Administrasi, Organisasi dan Manajemen </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="59"></a><a name="58"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pendapat tentang administrasi      yang terdiri atas organisasi dan manajemen. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="510"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Berdasarkan pendapat tersebut, administrasi mempunyai      arti yang lebih luas daripada manajemen. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="511"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Administrasi sesuai dengan prosesnya ialah menentukan      tujuan dan kebijaksanaan, sedangkan organisasi sebagai wadah untuk      mencapai tujuan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="512"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Untuk merealisasikan tercapainya tujuan diperlukan      manajemen. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="513"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Sesuai dengan tingkat-tingkatnya, maka kemampuan      manajemen (managerial skill) meliputi kemampuan konsepsional, kemampuan      melakukan hubungan dengan manusia yang lain (human skill), dan kemampuan      teknis (tecnical skill). </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="514"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti, definisi, ciri-ciri dan prinsip-prinsip      organisasi, perbedaan sentralisasi dengan desentralisasi organisasi, dan      organisasi formal dengan organisasi informal. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="515"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti,      definisi, dan proses atau fungsi manajemen, menurut: W.H. Newman, Luther      Gulick, G. R. Terry, H. Koontz &amp; O’Donnell, dan John F. Mee. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
<span style="color: #cc0000;">TEORI DAN PROSES PERENCANAAN</span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Arti, Definisi, Unsur-unsur dan Tipe-tipe Perencanaan </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="64"></a><a name="63"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Perencanaan yang merupakan sifat utama dari fungsi      manajemen, dimaksudkan bahwa sebelum fungsi-fungsi manajemen yang lain      dilaksanakan, maka perencanaan harus dirumuskan terlebih dahulu,      mendahului fungsi pengorganisasian, penyusunan tenaga kerja, pembinaan      kerja dan pengawasan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="65"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti,      definisi dan unsur-unsur perencanaan. Perencanaan berarti suatu usaha      untuk melihat ke depan dengan melakukan perkiraan (forecasting) apa yang      dilakukan, bagaimana dan siapa yang akan melakukan untuk kegiatan-kegiatan      yang akan datang. </span></strong>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="67"></a><a name="66"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Beberapa definisi, ada yang       mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proses, suatu fungsi atau suatu       keputusan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="68"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Sedangkan unsur-unsur perencanaan adalah suatu       sistimatika berpikir dalam perencanaan mulai awal sampai akhir. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="69"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Tipe-tipe perencanaan yang bersifat umum, antara lain       menentukan tujuan/sasaran, strategi, kebijaksanaan, anggaran dan       sebagainya. </span></strong></li>
</ol>
</li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="611"></a><a name="610"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Tipe-tipe      perencanaan administrasi/manajemen, meliputi: Sasaran, rencana tunggal dan      rencana induk. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"><a name="612"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Sasaran terdiri atas: Tujuan, anggaran dan batas waktunya, pelaksanaan, dan standar pengeluaran. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"><a name="613"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Rencana tunggal terdiri atas: Program umum, proyek, penugasan kepada pegawai, sedangkan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"><a name="614"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Rencana induk, terdiri atas: kebijaksanaan, struktur organisasi, dan standar prosedur. </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="615"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Hierarki dari perencanaan. </span></strong></li>
</ol>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="617"></a><a name="616"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Manajemen Tingkat Atas:      menentukan sasaran, kebijaksanaan, dan rencana jangka panjang. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="618"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Manajemen      Tingkat Menengah: melengkapi sasaran, penjabaran kebijaksanaan, program      dan target. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><span>1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"> </span></p>
<ol type="1">
<li>
<ul type="circle">
<li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"> </span>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="619"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Manajemen        Tingkat Bawah: menentukan sasaran jangka pendek, melengkapi        kebijaksanaan, proyek dan jadwal. </span></strong></li>
</ol>
</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Proses Perencanaan dan Rintangannya </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="622"></a><a name="621"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Langkah-langkah dari      perencanaan menurut A.M. Williams yang terdiri atas 5 (lima) langkah,      yaitu: menetapkan dengan jelas maksud/tujuan, menentukan alternatif,      mengatur sumber-sumber yang diperlukan, menentukan organisasi, metode dan      prosedur dan terakhir adalah menetapkan rencana. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="623"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">H. Koontz &amp; O’Donnell, menentukan langkah-langkah      tersebut adalah 7 (tujuh) langkah, yaitu: menentukan tujuan, menyusun      premis, menentukan tindakan alternatif, menilai tindakan alternatif,      melihat langkah-langkah tindakan, merumuskan rencana dan memperhitungkan      rencana melalui anggaran. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="624"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Teknik-teknik perencanaan yaitu suatu metode      perencanaan yang berkaitan dengan prosedur, bagaimana perencana melakukan      tugasnya yang meliputi: menentukan masalahnya, berusaha mendapatkan      fakta-fakta yang penting/dibutuhkan, analisis sumber informasi, pilihlah      tindakan alternatif, pertimbangkan alternatif itu dan ambilah keputusan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="625"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Rintangan/halangan perencanaan yang efektif, meliputi:      jangka waktu, kemampuan mental, rintangan/halangan administratif, halangan      kejiwaan dan pertimbangan unsur kejiwaan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="626"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Terakhir      ialah karakteristik dari perencanaan yang efektif. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Peramalan dan Teknik-teknik Peramalan </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="629"></a><a name="628"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Peramalan merupakan unsur      penting dalam menyusun rencana. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="630"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Berbagai data dalam peramalan, meliputi: modal, hasil,      biaya produksi, penjualan, nilai penjualan dan faktor-faktor lain. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="631"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Peramalan juga sebagai usaha untuk membantu      mempersatukan dan mengkoordinasikan rencana organisasi. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="632"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Peramalan hanya dapat berhasil apabila ditunjang dengan      data/informasi yang memadai. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="633"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Premis-premis ekonomi dalam peralaman ekonomi,      meliputi: pekerjaan, produktivitas, pendapatan nasional dan produk      nasional bruto. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="634"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Perkiraan prosedur dalam membuat peramalan, terdiri      atas: 2 (dua) macam, yaitu: Dari atas ke bawah (downword) dan dari bawah      ke atas (up-word). </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="635"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Salah satu pendekatan dalam peramalan ekonomi, ialah      Tabel Input dengan Output. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="636"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Berbagai data dan informasi dalam peramalan ekonomi,      ialah: penerbitan data-data perusahaan, neraca perbankan, penerbitan dari      asosiasi profesi lainnya. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="637"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Teknik-teknik peramalan terdiri atas: </span></strong>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="639"></a><a name="638"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">strategi kejadian; </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="640"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">strategi pertumbuhan; </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="641"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">strategi ekonomi. </span></strong></li>
</ol>
</li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="643"></a><a name="642"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Data      berasal dari datum, adalah tunggal (singular) artinya: fakta yang      sebenarnya. Data ialah jamak (plural). </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
<span style="color: #cc0000;">TEORI DAN PROSES PENGORGANISASIAN SERTA PENYUSUNAN TENAGA KERJA (PERSONIL)</span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Proses Pengorganisasian </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="75"></a><a name="74"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti pengorganisasian, struktur      organisasi, peran struktur organisasi dan organisasi sebagai usaha kerja      sama. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="76"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Landasan kegiatan kerja sama untuk mencapai tujuan,      yaitu: prinsip kesatuan tujuan dan prinsip efesiensi. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="77"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Beda departemen dan departementasi, departemen ialah      satu kesatuan kerja (unit) sedangkan departementasi ialah pengelompokkan      kegiatan dan karyawan ke dalam satu kesatuan kerja. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="78"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Macam-macam      departementasi, departementasi atas dasar proses, fungsi, produk,      langganan, dan teritorial. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Bentuk dan Tipe Organisasi </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="712"></a><a name="711"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengorganisasian bagi      organisasi lini atau garis. Dalam organisasi lini atau garis ini hanya      dikenal 2 (dua) unsur, yaitu: unsur Pimpinan dan unsur Pelaksana. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="713"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengorganisasian bagi organisasi lini dan staf. Dalam      organisasi ini dikenal 3 (tiga) unsur, yaitu: unsur Pimpinan, unsur      Pembantu Pimpinan (staf), dan unsur Pelaksana (lini atau garis). </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="714"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengorganisasian bagi organisasi fungsi. organisasi      fungsi, ialah suatu organisasi yang disusun atas dasar kegiatan dari      setiap fungsi, dimana fungsi yang satu dengan yang lain saling      ketergantungan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="715"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengorganisasian bagi organisasi Panitia. Organisasi      Panitia dimaksudkan untuk memecahkan berbagai kendala atau hambatan yang      tidak dapat dipecahkan oleh beberapa orang atau banyak orang. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="716"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Di      samping itu terdapat Tipe Organisasi, yang terdiri dari 3 macam tipe      yaitu: Piramid Mendatar (Flat), Piramid Kerucut (Tall) dan Tipe Piramid      Terbalik. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Proses Penyusunan Tenaga Kerja/Personil </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="720"></a><a name="719"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti penyusunan tenaga kerja      atau personil, dan apakah yang menjadi syarat utama dalam penyusunan      tenaga tersebut. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="721"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Proses atau siklus (circles) penyusunan tenaga kerja      atau personil, mulai dari perencanaan sumber daya manusia, pengerahan      sumber tenaga kerja, pemilihan tenaga kerja, pengenalan dan orientasi,      pelatihan dan pengembangan, penilaian pelaksanaan pekerjaan, kenaikan      pangkat, pemindahan dan pemutusan hubungan kerja. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="722"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Maksud dan tujuan perencanaan sumber daya manusia. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="723"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Maksud dan tujuan pengerahan sumber tenaga kerja. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="724"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Maksud dan tujuan pemilihan tenaga kerja. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="725"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Maksud dan tujuan pengenalan dan orientasi calon      pegawai. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="726"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Maksud dan tujuan Pelatihan dan Pengembangan tenaga      kerja/personil. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="727"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Maksud dan tujuan Penilaian pelaksanaan kerja. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="728"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Maksud dan tujuan kenaikan pangkat. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="729"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Maksud      dan tujuan pemindahan dan pemutusan hubungan kerja. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: #cc0000;">TEORI, KONSEP DAN FUNGSI KEPEMIMPINAN SERTA MOTIVASI</span></strong><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti, Konsep dan Teori Kepemimpinan </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="85"></a><a name="84"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti kepemimpinan, dimana      kepemimpinan adalah inti dari manajemen. kepemimpinan adalah orang yang      menggambarkan kehendak yang sesungguhnya dari pada kelompok. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="86"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Koontz &amp; O’Donnell, menggambarkan teori-teori      kepemimpinan, yang terdiri atas “Leaders are born” pemimpin karena      keturunan, “Leaders are not born, but made”, (Teori Kejiwaan), Pemimpin      timbul karena lingkungannya (Situation Theory). </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="87"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Di      samping memberikan definisi tentang kepemimpinan, juga diutarakan tentang      teori-tori kepemimpinan, menurut Ruslan Abdulgani, Max Weber, John D.      Millet, dan Ordway Tead. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Syarat-syarat, Macam-macam Kepemimpinan, Fungsi dan Tipe Kepemimpinan </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="811"></a><a name="810"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Syarat-syarat, sifat-sifat,      asas-asas dan prinsip-prinsip kepemimpinan yang berlaku dilingkungan      militer. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="812"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Berbagai macam kepemimpinan, terutama dibedakan antara:      Kepemimpinan Administratif dan Kepemimpinan Manajemen, Kepemimpinan      Birokrasi, Kepemimpinan Organisasi dengan Kepemimpinan Pribadi, dan      Kepemimpinan Formal dan Informal. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="813"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Selanjutnya dijelaskan tentang: fungsi-fungsi      kepemimpinan, yang terdiri atas 7 (tujuh) fungsi. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="814"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Kemudian      diterangkan lebih lanjut tentang tipe-tipe kepemimpinan, menurut Alvin      Brown dan S.P. Siagian. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Teori dan Konsep Motivasi dalam Manajemen </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="818"></a><a name="817"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti motivasi dan motivasi      sebagai reaksi berantai, yaitu antara “Kebutuhan” (Need), “Keinginan”      (Want), dan “Kepuasan” (Satisfaction). </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="819"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Teori dan konsep motivasi menurut Douglas Mc. Gregor,      yang disebut dengan Teori X dan Teori Y. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="820"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Teori dan konsep motivasi menurut Abraham Maslow, yang      disebut dengan teori “Hirarkhi Kebutuhan”. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="821"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Teori dan konsep motivasi menurut Herzberg, yang      disebut dengan Teori Dua Faktor. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="822"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Teori      dan konsep motivasi bagi pemimpin yang dikemukakan oleh Arch Patton. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
<span style="color: #cc0000;">TEORI DAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN</span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti, Ciri-ciri, Tipe dan Jenis-jenis Keputusan </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="95"></a><a name="94"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Analisis masalah dalam      pengambilan keputusan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="96"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Rasionalitas dalam pengambilan keputusan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="97"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Definisi keputusan dan bentuk-bentuk dari keputusan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="98"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="99"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Ciri-ciri dari keputusan, yaitu: Proses keputusan,      konsep ikatan, penilaian dan perilaku dengan maksud/tujuan tertentu. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="910"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Tipe-tipe keputusan, yaitu: keputusan kelompok,      keputusan pribadi, dan keputusan dasar. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="911"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Jenis-jenis      keputusan, yaitu: keputusan yang terprogram, keputusan yang tidak      terprogram, dan keputusan atas dasar kepastian (certainty), risiko (risk)      dan tidak berketentuan (uncertainty). </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Proses dan Teknik Pengambilan Keputusan </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="915"></a><a name="914"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Berbagai urutan dalam proses      pengambilan keputusan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="916"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Jenis keputusan yang perlu dipecahkan melalui proses      pengambilan keputusan yaitu keputusan yang tidak terprogram. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="917"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Syarat utama dalam pengambilan keputusan yaitu suatu      masalah. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="918"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pedoman dalam proses pengambilan keputusan ialah tujuan      dan sasaran organisasi. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="919"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Alternatif yang dievaluasi ialah hasilnya berdasarkan      atas 3 (tiga) kondisi, yaitu: Kepastian (certainty), risiko (risk) dan      uncertainty (tidak berketentuan). </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="920"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Terdapat beberapa perilaku individual dalam proses      pengambilan keputusan, yaitu: Nilai, Kepribadian, Kecenderungan mengambil      risiko, dan kemungkinan ketidakcocokan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><a name="921"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengambilan keputusan kelompok, dan perbedaan keputusan      individual dan kelompok. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><a name="922"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Teknik-teknik      dalam pengambilan keputusan, yaitu: sumbang saran (brainstorming), Delphi </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"><a name="923"></a><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">dan Teknik Kelompok Nominal (The Nominal Group Techniques). </span></strong></p>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"></p>
<hr size="1" /></span></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
<span style="color: #cc0000;">TEORI DAN TEKNIK HUBUNGAN ANTAR MANUSIA DAN MASYARAKAT</span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Arti, Definisi, Pendekatan dan Komponen Hubungan Antarmanusia </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Hubungan antarmanusia (human relation), merupakan suatu ilmu yang mempelajari kegiatan, sikap dan saling hubungan antara orang-orang di dalam pekerjaan. Dengan kata lain hubungan antar manusia ialah hubungan antarpribadi orang. Hal ini menyangkut individu dan kelompok termasuk perilakunya. Oleh karena itu mempelajari hubungan antar manusia, juga mempelajari illmu jiwa sosial, sosiologi dan antropologi. Di samping itu perilaku pribadi dan kelompok dipengaruhi oleh sistem sosial dan sistem teknologi di mana orang-orang itu bekerja. Adapun tujuan mempelajari hubungan antarmanusia agar organisasi dapat meningkatkan produktivitas kerja, yang dipengaruhi oleh unsur-unsur individu, kelompok dan lingkungannya. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Arti, Maksud, Tujuan Perkembangan dan Manfaat Hubungan Masyarakat </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">mencoba memenuhi pertanggungjawaban masyarakat, menjamin pengakuan masyarakat dan bila perlu kesetujuannya untuk mencapai hasil yang diharapkan. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Adapun tujuan dari hubungan masyarakat ialah untuk memberikan kepuasan terhadap semua pihak yang berkepentingan, yaitu masyarakat umum, para karyawan, dan para pimpinan organisasi itu sendiri. Unsur utama hubungan masyarakat ialah : 1) Memberikan informasi kepada masyarakat, 2) Meyakinkan masyarakat secara langsung untuk mengubah sikap dan tindakannya , 3) Usaha untuk memadukan sikap dan tindakan dari suatu institusi/organisasi dengan masyarakat dan masyarakat dengan institusi/organisasi. Di samping itu hubungan masyarakat juga dapat dilakukan melalui moral karyawan, kelompok yang berkepentingan dan media konvensional . </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Media hubungan masyarakat ialah dengan melalui teknik-teknik khusus seperti: iklan (advertensi ), penerbitan di surat-surat kabar, radio, televisi. Sedangkan media yang utama ialah para karyawan dan kelompok, kelompok yang berkepentingan atau langganan. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
<span style="color: #cc0000;">KOMUNIKAS1 DAN KOORDINASI</span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Arti, Definisi, dan Proses Komunikasi </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti, definisi dan proses komunikasi. </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Unsur-unsur      komunikasi tradisional ialah: (1) komunikator, (2) pesan, (3) jalur      (medium/media), (4) penerima dan (5) umpan-balik (feedback). </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Sedangkan      unsur-unsur komunikasi yang modern, terdiri atas: (1) komunikator, (2)      membuat sandi (encoder), (3) jalur (medium/media), (4) mengurai sandi      (decoder), (5) penerima (receiver), (6) umpan balik (feedback) dan (7)      kegaduhan (noice). </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Prinsip-prinsip komunikasi      terdiri atas: </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Prinsip kejelasan, prinsip integritas, prinsip penggunaan strategi organisasi informal, dan pelaksanaannya. </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Selanjutnya      diterangkan perbedaan antara komunikasi secara lisan, bukan lisan, dan      tertulis. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Sedangkan komunikasi di dalam      organisasi meliputi: komunikasi ke bawah, ke atas, melintang/horizontal      dan diagonal. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Arti, Jenis-jenis, dan Pendekatan Koordinasi </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Arti, definisi dan ciri-ciri koordinasi </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Hakikat      koordinasi, atau mengapa koordinasi itu timbul </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Fungsi      koordinasi meliputi berbagai fungsi manajemen </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pendekatan      sistem dalam rangka koordinasi yaitu pendekatan antar disiplin, multi      fungsi dan lintas sektoral </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Jenis-jenis      koordinasi, yaitu: koordinasi vertikal, horizontal dan diagonal </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Masalah-masalah dan usaha      pemecahan koordinasi. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
<span style="color: #cc0000;">TEORI, PROSES, DAN FUNGSI PENGAWASAN</span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Pengertian, Maksud dan Tujuan, serta Berbagai Macam Pengawasan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengertian, arti, definisi, maksud dan tujuan pengawasan. </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Ada      dua macam prasyarat dalam sistem pengawasan, yang harus dipenuhi yaitu:      rencana dan struktur organisasi. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengawasan      intern, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh aparatur pengawasan dari      dalam organisasi itu sendiri, dan pengawasan ekstern, yang dilakukan oleh      aparatur pengawasan dari luar organisasi. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengawasan      preventif,yaitu pengawasan sebelum rencana itu dilaksanakan. Sedangkan pengawasan      represif ialah pengawasan yang dilakukan setelah rencana itu dilaksanakan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengawasan      melekat yaitu pengawasan yang dilakukan oleh atasan langsung, sedangkan      pengawasan fungsional ialah pengawasan yang dilakukan oleh aparatur      pemerintah yang bertugas di bidang pengawasan. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengawasan legislatif ialah      pengawasan yang dilakukan oleh para anggota DPR dan DPRD terhadap      kegiatan-kegiatan dari pejabat-pejabat pemerintah dalam melaksanakan      tugasnya. Sedangkan pengawasan masyarakat ialah pengawasan yang dilakukan      oleh masyarakat terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah,      melalui media: surat kabar, majalah, radio, TV, seminar, LBH, dan      lain-lain, </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Landasan, Metode, dan Syarat-syarat Pengawasan </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Landasan      dari proses pengawasan terdiri atas: menentukan standar, menilai      pelaksanaan yang disesuaikan dengan standar, dan memperbaiki penyimpangan      atas dasar standar. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Metode      pengawasan meliputi: pengawasan langsung dan tidak langsung, pengawasan      formal dan informal, pengawasan teknis dan administratif. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Syarat-syarat      pengawasan meliputi: </span></strong>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">berkaitan       dengan rencana dan jabatan seseorang, </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">berkaitan       dengan individu manajer dan kepribadiannya, </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">harus       dapat menunjukkan pengecualian dan objektif, </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">harus       fleksibel, </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">harus       hemat, dan </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">harus mengarah pada tindakan       perbaikan. </span></strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Prinsip-prinsip, Tipe dari Standar dan Pengawasan Tradisional </span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Prinsip-prinsip      pengawasan, terdiri atas: berorientasi pada tujuan, objektif; atas dasar      kebenaran prosedur dan manfaatnya; daya guna dan hasil guna pekerjaan,      standar yang objektif, terus menerus, dan memberikan timbal balik bagi      perbaikan perencanaan dan kebijaksanaan </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengawasan      harus berdasarkan atas standar, yang meliputi: standar fisik, biaya,      modal, pendapatan, program, sasaran, dan standar yang tidak dapat      terlihat. </span></strong></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pengawasan tradisional: Rencana      Anggaran, dijelaskan tentang: konsep dan tujuan anggaran serta tipe      anggaran, yang meliputi: anggaran pendapatan dan pengeluaran, anggaran      waktu, ruang, material dan produksi, anggaran pengeluaran modal,      pembayaran tunai, dan neraca pembayaran. </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/pengantar-ilmu-administrasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KOMUNIKASI VERBAL &amp; NONVERBAL</title>
		<link>http://pupung.com/komunikasi-verbal-nonverbal.html</link>
		<comments>http://pupung.com/komunikasi-verbal-nonverbal.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 08:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=928</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia bisnis, ada dua bentuk komunikasi yang lazim digunakan, yakni komunikasi verbal dan komunikais non verbal.
  
 Komunikasi verbal ( verbal communication ) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral). Sepasang kekasih ber sms- an tiap hari, seorang presenter membawakan acara musik di stasion televisi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam dunia bisnis, ada dua bentuk komunikasi yang lazim digunakan, yakni <em><strong><span style="font-family: &amp;amp;quot;">komunikasi verbal</span></strong></em> dan <em><strong><span style="font-family: &amp;amp;quot;">komunikais non verbal</span></strong></em>.</p>
<p><!--[if !mso]> <mce:style><!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Comic Sans MS"; 	panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:script; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h2 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:2; 	font-size:18.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;"> <em><em><strong><span style="font-family: &amp;amp;quot;">Komunikasi verbal ( verbal communication )</span></strong></em> </em>adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis <strong><span style="font-family: &amp;amp;quot;">(written)</span></strong> atau lisan <strong><span style="font-family: &amp;amp;quot;">(oral).</span></strong> Sepasang kekasih ber sms- an tiap hari, seorang presenter membawakan acara musik di stasion televisi, seorang wartawan menulis berita atau opininya di surat kabar, atau seorang ayah menelpon anaknya, itu merupakan sebagian kecil contoh komunikasi verbal.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Dalam dunia bisnis, komunikasi verbal menempati porsi besar. Karena kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maun pembaca ) bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Prakteknya, komunikais verbal bisa dilakukan dengan cara :<span id="more-928"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Berbicara dan menulis</span></strong><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">. Umumnya untuk menyampaikan bussines message,orang cenderung lebih menyukai speaking (berbicara) ketimbang (writing ). Selain karena alas an praktis, speaking dianggap lebih mudah “menyentuh” sasaran karena langsung didengar komunikan. Namun bukan berarti pesan tertulis tidak penting. Untuk menyampaikan pesan bisnis yang panjang dan memerlukan pemahaman dan pengkajian matang, diperlukan pula penyampaian writing. Semisal penyampaian bussines report. Sangat tidak mungkin jika hanya disampaikan dengan berbicara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Mendengarkan dan membaca. </span></strong><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Kenyataan menunjukkan, pelaku bisnis lebih sering mendapatkan informasi ketimbang menyampaikan informasi. Dan aktivitas penerimaan informasi.pesan bisnis ini dilakukan lewat proses (listening) mendengarkan dan membaca (reading). Sayangnya, kenyataan juga menunjukkan, masih banyak di antara kalangan bisnis yang tidak memiliki kemampuan dan kemauan memadai untuk melakukan proses reading dan listening ini. Sehingga pesan penting sering hanya berlalu begitu saja, dan hanya sebagian kecil yang tercerna dengan baik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;"> <a title="biskom.GIF" href="http://bcommunication.files.wordpress.com/2007/02/biskom.GIF"></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;"><a title="biskom.GIF" href="http://bcommunication.files.wordpress.com/2007/02/biskom.GIF"><span style="text-decoration: none;"><!--[if gte vml 1]><v:shapetype  id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t"  path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"> <v:stroke joinstyle="miter" /> <v:formulas> <v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0" /> <v:f eqn="sum @0 1 0" /> <v:f eqn="sum 0 0 @1" /> <v:f eqn="prod @2 1 2" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @0 0 1" /> <v:f eqn="prod @6 1 2" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="sum @8 21600 0" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @10 21600 0" /> </v:formulas> <v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect" /> <o:lock v:ext="edit" aspectratio="t" /> </v:shapetype><v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="biskom.GIF"  title="&quot;biskom.GIF&quot;" style='width:24pt;height:24pt' o:button="t" /><![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">KOMUNIKASI NON VERBAL</span></strong><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Meski jarang disadari diyakini manfaatnya, <em><strong><span style="font-family: &amp;amp;quot;">Komunikais non verbal ( non verbal communicarion)</span></strong></em> menempati porsi penting. Banyak komunikasi verbal tidak efektif hanya karena komunikatornya tidak menggunakan komunikasi non verbal dengan baik dalam waktu bersamaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Melalui komunikasi non verbal, orang bisa mengambil suatu kesimpulan mengenainsuatu kesimpulan tentang berbagai macam persaan orang, baik rasa senang, benci, cinta, kangen dan berbagai macam perasaan lainnya. Kaitannya dengan dunia bisnis, komunikasi non verbal bisa membantu komunikator untuk lebih memperkuat pesan yang disampaikan sekaligus memahami reaksi komunikan saat menerima pesan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Bentuk komunikasi non verbal sendiri di antaranya adalah, <em><strong><span style="font-family: &amp;amp;quot;">bahasa isyarat, ekspresi wajah, sandi, symbol-simbol, pakaian sergam, warna dan intonasi suara</span></strong></em>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Tujuan komunikais non verbal ;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Menyediakan/memberikan informasi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Mengatur alur suatu percakapan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Mengekspresikan suatu emosi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Memberi sifat, melengkapi, menentang atau mengembangkankan pesan-pesan verbal.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Mengendalikan atau mempersuasi orang lain</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam mengajar seseorang untuk melakukan serve badmintos, belajr golf dan sejenisnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;">Lebih jauh, relevansi komunikasi non verbal dalam dunia bisnis, komunikasi non verbal yang disampaikan dengan baik akan mampu membantu seseorang meningkatkan kredibilitas dan potensi leadeship, selain tentunya akan mempermudah proses penyampaian pesan inti kepada komunikan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;amp;quot;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/komunikasi-verbal-nonverbal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tantangan Globalisasi Bagi Guru Indonesia</title>
		<link>http://pupung.com/tantangan-globalisasi-bagi-guru-indonesia.html</link>
		<comments>http://pupung.com/tantangan-globalisasi-bagi-guru-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 08:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/tantangan-globalisasi-bagi-guru-indonesia.html</guid>
		<description><![CDATA[


Para guru seharusnya menggunakan riset internet, untuk memperbarui bahan pengajaran, dan menemukan metode cara mengajar yang lebih baik dari seluruh lembaga di belahan dunia. Dengan jalan ini, para guru tidak harus tergantung pada pelatihan yang diadakan negara, namun dapat memperbaiki dan meningkatkan kemampuan diri secara otonom. Mereka yang gagal mengubah diri hanya akan tertinggal di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;">Para</span><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"> guru seharusnya menggunakan riset internet, untuk memperbarui bahan pengajaran, dan menemukan metode cara mengajar yang lebih baik dari seluruh lembaga di belahan dunia. Dengan jalan ini, para guru tidak harus tergantung pada pelatihan yang diadakan negara, namun dapat memperbaiki dan meningkatkan kemampuan diri secara otonom. Mereka yang gagal mengubah diri hanya akan tertinggal di belakang atau keluar dari persaingan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;">Pemenang Hadiah Nobel bidang ekonomi, Joseph Stiglitz, mendefinisikan globalisasi sebagai &#8220;integrasi lebih dekat antara negara dan penduduk dunia… melalui cara… penghancuran batas artifisial untuk arus barang, jasa, modal, pengetahuan dan penduduk secara lintas batas.&#8221; Thomas Friedman dalam bukunya, The World is Flat, menulis bahwa dunia kini menjadi sebuah tingkat lapangan permainan.<span id="more-927"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"><br />
Apa arti itu semua bagi lapangan pendidikan? Dengan bahasa mudah bisa dikatakan negara yang tidak menghasilkan lulusan tingkat dunia akan terjungkal di lapangan datar kompetisi -sebab di dunia yang datar, semua kompetitor memiliki peluang sama.  Jadi siapa saja yang tak mampu meningkatkan kemampuan dalam kesempatan ini akan tertinggal di belakang. Lebih khusus lagi, peneliti pendidikan menemukan negara yang gagal membangun standar &#8220;pendidikan internasional&#8221;, secara negatif akan berpengaruh pada kondisi ekonomi, politik, dan masalah sosial dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"><br />
Seruan ini mengingatkan pentingnya melihat bagaimana standar pendidikan &#8220;internasional&#8221; di Indonesia; dan bagaimana setiap guru mempersiapkan muridnya untuk bersaing di dunia global secara kompetitif.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"><br />
Pendidikan lokal pada semua tingkat masih jauh dari standar kompetitif global; termasuk juga di Indonesia. Laporan terakhir menunjukkan bahwa 4,5 juta lulusan pendidikan sekarang &#8220;masih menganggur.&#8221;  Jumlah ini adalah lulusan sarjana dan diploma, termasuk lulusan SMA yang berasal dari pendidikan lokal. Para analisis menyebut ini masalah nasional karena rendahnya kemampuan guru dan kualitas belajar di Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"><br />
Maka tidak mengejutkan, dari sekitar 2,7 juta guru di negara ini, hanya 300.000 yang memiliki sertifikat mengajar. Para guru di Indonesia memiliki kendala berbagai macam termasuk minimnya pelatihan, rendahnya kualifikasi pendidikan, kecilnya gaji dan buruknya fasilitas pendukung. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah menyatakan akan menaikkan anggaran gaji guru sebesar Rp 50 triliun di tahun 2009; dan menaikkan gaji hingga 100 persen bagi beberapa guru. Meski demikian, kompensasi penambahan gaji ini sendiri tidak otomatis meningkatkan kualitas guru untuk mencapai standar internasional.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"><br />
Keahlian dasar sangat dibutuhkan di pasar tenaga kerja Indonesia dan ekonomi global membutuhkan keahlian berpikir kritis, keahlian memecahkan persoalan, berpikir dalam gambaran besar, keahlian komunikasi dan sebuah sikap terus belajar  seumur hidup.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"><br />
Peneliti pendidikan seperti Bates (2002) dan Martimore (2001) mengajukan beberapa jalan bagaimana guru bisa menyiapkan dirinya sendiri dan muridnya untuk menghadapi globalisasi. Mereka menemukan bahwa aktivitas dan proyek berbasis pelajaran adalah vital bagi pembangunan kritis dan pemikir independen dalam rangka mengasah keahlian pemecahan masalah.  Di negara maju, metode ini secara cepat menggantikan pendekatan tradisional yang berpusat pada pengajaran guru yang hanya menerapkan komunikasi satu arah. Variasi dalam cara dan teknik mengajar mulai meningkat,  dan ini diikuti oleh perubahan kurikulum. Sebagai contoh, pengunaan komputer dan kemampuan melihat informasi dari internet membawa ke informasi dunia. Dengan internet, informasi yang sama dapat diakses oleh guru di New York atau seorang guru di Papua. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"><br />
Para guru seharusnya menggunakan riset internet, untuk memperbarui bahan pengajaran, dan menemukan metode cara mengajar yang lebih baik dari seluruh lembaga di belahan dunia. Dengan jalan ini, para guru tidak harus tergantung pada pelatihan yang diadakan negara, namun dapat memperbaiki dan meningkatkan kemampuan diri secara otonom. Para siswa juga harus dilatih mencari pengetahuan secara independen dan memiliki sebuah sikap belajar terus-menerus, entah melalui internet atau  sumber lain seperti buku, majalah, dan suratkabar. Terus belajar menjadi penting karena perubahan adalah satu-satunya kekuatan tetap dalam dunia global.  Mereka yang gagal mengubah diri hanya akan tertinggal di belakang atau keluar dari persaingan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"><br />
Para guru Indonesia secepatnya harus menerima kenyataan ini suka atau tidak, mereka akan dinilai oleh standar internasional dan akan dibandingkan dengan guru di seluruh dunia -lewat pemerintah, perusahaan multinasional, investor, orangtua dan siswa. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"><br />
Jika guru Indonesia gagal memenuhi standar dunia, perusahaan multinasional akan memilih sumber daya dari mana pun untuk menutupi kekurangan pekerja kompeten; investor akan meragukan pemimpin masa depan bangsa; orangtua akan kecewa dan siswa berbakat akan memilih belajar di luar negeri. Saat Indonesia merayakan Hari Guru Nasional, kutipan Henri Brooks berikut penting direnungkan: &#8221; seorang guru adalah keabadian; dia tak dapat memberitahu kapan pengaruhnya berhenti &#8221; Dalam globalisasi dunia, pengaruh guru di Indonesia amat besar pengaruhnya untuk kesuksesan bangsa. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;"> </span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/tantangan-globalisasi-bagi-guru-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah komunikasi</title>
		<link>http://pupung.com/sejarah-komunikasi.html</link>
		<comments>http://pupung.com/sejarah-komunikasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 09:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=925</guid>
		<description><![CDATA[Pada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan
Pada binatang, selain untuk seks, komunikasi juga dilakukan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan</p>
<p>Pada binatang, selain untuk seks, komunikasi juga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya &#8220;otak reptil&#8221; menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain &#8220;tingkat tinggi&#8221;.</p>
<p>manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiar. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tidak bertujuan.</p>
<p>Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.</p>
<p>Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industiralisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri. Mencari teori komunikasi yang terbaik pun tidak akan berguna karena komunikasi adalah kegiatan yang lebih dari satu aktivitas. Masing-masing teori dipandang dari proses dan sudut pandang yang berbeda dimana secara terpisah mereka mengacu dari sudut pandang mereka sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/sejarah-komunikasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profesi &amp; Pendidikan Keahlian Teknologi Pendidikan</title>
		<link>http://pupung.com/profesi-pendidikan-keahlian-teknologi-pendidikan.html</link>
		<comments>http://pupung.com/profesi-pendidikan-keahlian-teknologi-pendidikan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 08:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=919</guid>
		<description><![CDATA[

Perkembangan ilmu dan teknologi merupakan salah satu hasil produktivitas dari manusia yang memiliki pengetahuan yang didapat dari pendidikan. Dimana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki implikasi yang luas dalam kehidupan manusia sehingga diharapkan manusia – manusia tersebut perlu mendalami untuk mengambil manfaatnya secara optimal dan mereduksi implikasi negatif yang ada. Mendalami serta mengambil manfaat dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]-->Perkembangan ilmu dan teknologi merupakan salah satu hasil produktivitas dari manusia yang memiliki pengetahuan yang didapat dari pendidikan. Dimana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki implikasi yang luas dalam kehidupan manusia sehingga diharapkan manusia – manusia tersebut perlu mendalami untuk mengambil manfaatnya secara optimal dan mereduksi implikasi negatif yang ada. Mendalami serta mengambil manfaat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin dilakukan oleh semua manusia dalam kapasitas dan dengan waktu yang sama. Keterbatasan manusia dan waktu tersebut menuntut adanya spesialisasi.</p>
<p>Pendidikan sebagai suatu ilmu, teknologi dan profesi tidak luput dari gejala perkembangan itu. Kalau semula hanya orang tua yang bertindak sebagai pendidik, kemudian kita kenal profesi guru yang diberi tanggung jawab mendidik. Sekarang ini secara konseptual maupun legal telah dikenal dan ditentukan sejumlah keahlian khusus, jabatan dan atau profesi yang termasuk dalam kategori tenaga kependidikan.<br />
Tenaga pendidik dikelilingi oleh sejumlah tenaga yang dapat dibedakan dalam empat kategori yaitu penyelenggara, peneliti,pengembang dan pengelola. Keempat kategori tenaga ini mempunyai fungsi utama menunjang pelaksanaan tugas tenaga pendidik</p>
<p><strong>a. Definisi teknologi pendidikan</strong><strong><br />
</strong>Tumbuh dan berkembangnya suatu konsep tidak akan terlepas dari konteks dimana konsep itu akan tumbuh. Setiap konsep tentu memerlukan ’istilah’ atau ’nama’ yang diciptakan sebagai lambang untuk mengidentifikasikan konsep yang dimaksud dan untuk mengkomunikasikan gagasan yang ada didalamnya.</p>
<p>Teknologi pendidikan sebagai disiplin ilmu, pada awalnmya berkembang sebagai bidang kajian di Amerika Serikat. Kalau mengacu pada konsep teknologi sebagai cara, maka awal perkembangan teknologi pendidikan dapat dikatakan telah ada sejak awal peradaban. Usaha untuk merumuskan definisi Teknologi pendidikan secara terorganisasi dimulai sejak tahun 1960. definisi tersebut telah beberapa kali diperbaharui, dan tiap kali diberi arah baru bagi bidang tersebut. Hasil analisis bersama ini menghasilkan definisi bidang tahun 1994 yaitu :<br />
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain,pengembangan,pemanfaatan, pengelolaan serta evaluasi proses dan sumber belajar.</p>
<p>Definisi 1994 mengenal baik tradisi bidang yang berlaku sekarang maupun kecenderungannya untuk masa depan. Definisi 1994 pun memberi tempat pada adanya keragaman dan spesialisasi seperti yang ada sekarang, selain juga menggabungkan unsur-unsur definisi dan kawasan bidang yang tradisonal. Tiap kawasan dari bidang memberikan sumbangan pada teori dan praktek yang menjadi landasan profesi.</p>
<p><strong>b. Profesi</strong><br />
karakteristik<br />
Finn ( 1953 ) yang dikutip dari www/http://en.wikibook. org/w/indeks.php?title=evaluaion_of_IT_as_profession dalam buku Professionalizing the audio-visual field menjelaskan tentang beberapa karakteristik dari profesi adalah , adanya : (1) suatu teknik intelektual ; (2) aplikasi teknik tersebut, yang terkait dengan urusan praktis manusia ; (3) pelatihan dengan periode waktu yang lama, sebelum memasuki profesi tersebut ; (4) suatu perkumpulan anggota profesi yang tergabung dalam sebuah badan dengan satu komunikasi bermutu tinggi antar anggota anggotanya ; (5) satu rangkaian pernyataan kode etik dan standar yang disepakati ; (6) pengembangan teori intelektual dengan penelitian yang terorganisasi. Dari enam karakteristik diatas maka Teknologi Pendidikan dapat digolongkan sebagai suatu profesi karena memiliki : Teknik intelektual , praktek aplikasi dari teknik tersebut, pelatihan dengan periode waktu yang panjang, asosiasi &amp; komunikasi antar anggotanya,kode etik &amp; standar, teori intelektual &amp; penelitian.</p>
<p><strong>c. Kompetensi</strong><br />
Kompetensi didefinisikan sebagai kualitas untuk menjadi kompeten; seperti memiliki ketrampilan,pengetahuan,pengalaman yang cukup atau pantas, atau memiliki kualifikasi untuk melaksanakan suatu tugas.(Harris,Guthrie,Hobart&amp;Lundberg,1995; Spector&amp; de la Teja, 2001)<br />
Beberapa penggunaan terminologi berbeda tentang kompetensi diantaranya : kompetensi kunci/key competencies (australia), ketrampilan inti/core skills (UK), ketrampilan penting/essential skills (selandia baru). Di australia kompetensi adalah bingkai dari perspektif tentang harapan terhadap karyawan untuk dapat menerapkan pengetahuan dan ketrampilannya pada berbagai kondisi.(Haris et.al)<br />
Lebih spesifik pada bidang TP, definisi kompetensi yang diusulkan oleh International Board of Standards for Training,Performance and Instruction (IBSTPI,2003) adalah “pengetahuan,ketrampilan atau sikap yang memungkinkan seseorang dalam melaksanakan aktifitasnya dengan efisien sesuai dengan pekerjaannya atau fungsinya sebagaimana standar yang diharapkan dalam ketenaga kerjaan”.<br />
Sejarah penyusunan kompetensi TP :<br />
AECT<br />
1973 : 23 kompetensi<br />
AECT,NSPI,ASTD<br />
1981 : 16 kompetensi<br />
1983 kesepakatan ide dalam penyusunan kompetensi (ID Certification) diantaranya :<br />
• Kompetensi harus merefleksikan ketrampilan dari profesi desainer pembelajaran/pelatihan terkait pekerjaan,posisi,gelar,dan tingkat pendidikan mereka<br />
• Kompetensi harus berorientasi pada kinerja dibanding orientasi akademik<br />
• Walaupun beberapa situasi ketenagakerjaan membuat para desainer tidak dapat melatih semua kompetensinya, namun ia harus tetap dapat memenuhi sebagian besar(walaupun tidak semua) kompetensi<br />
• Kompetensi harus merefleksikan pengalaman keahlian, profesional desainer yang membedakan dengan pelajar, pengikut pelatihan atau desainer tingkat awal<br />
IBSTPI membagi kompetensi dalam 4 peran utama : Desainer pembelajaran, Manajer pelatihan, Instuktur dan performance technologist<span id="more-919"></span></p>
<p><strong>d. Pendidikan Keahlian Teknologi Pendidikan</strong><strong><br />
</strong>Teknologi Pendidikan hanya mungkin dikembangkan dan dimanfaatkan dengan baik bilamana ada tenaga yang menanganinya. Mereka itu adalah tenaga terampil,mahir dan atau ahli dalam melaksanakan kegiatan.<br />
Pendidikan dan latihan keahlian teknologi pendidikan telah dimulai sejak akhir 1950-an dengan mengirim tenaga keluar negeri. Pendidikan dan keahlian semakin mendapat perhatian sejak awal Orde Baru dengan bantuan dari UNDP/UNESCO dan pemerintah Amerika Serikat.<br />
Tenaga ahli yang telah dididik diluar negeri tersebut kemudian diberi tanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan keahlian didalam negeri. Program akademik jenjang S1 (sarjana) dengan keahlian teknologi pendidikan dibuka di IKIP Jakarta pada tahun 1976. dua tahun kemudian dibuka pendidikan keahlian pada jenjang S2 ( Magister)dan S3 ( doktor) Teknologi Pendidikan. Pada Tahun 1979 pendidikan keahlian teknologi pendidikan pada jenjang S1 diselenggarakan ditujuh IKIP ( Padang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan UjungPandang). Pada jenjang pasca sarjana selain di IKIP Jakarta juga di IKIP Malang. Pendidikan ini secara umum ditujukan untuk menghasilkan tenaga profesi teknologi pendidikan yang bergerak dan berkarya dalam seluruh bidang pendidikan, dan mengusahakan terciptanya keseimbangan dan keselarasan hubungan dengan profesi lain, untuk terwujudkannya gagasan dasar perkembangan tiap individu pribadi manusia Indonesia Seutuhnya.</p>
<p>Pendidikan keahlian Teknologi Pendidikan pada jenjang sarjana S1 ditujukan untuk penguasaan kemampuan :<br />
1. Memahami landasan teori/riset an aplikasi teknologi pendidikan.<br />
2. Merancang pola instruksional<br />
3. Memproduksi media pendidikan<br />
4. Mengevaluasi program dan produk instruksional<br />
5. Mengelola Media dan sarana belajar<br />
6. Memanfaatkan sarana,media,dan teknik instruksional<br />
7. Menyebarkan informasi dan produk teknologi pendidikan<br />
8. Mengoperasikan sendiri dan melatih orang lain dalam mengoperasikan peralatan audiovisual.</p>
<p>Pada Jenjang S2 kompetensi lulusan adalah sebagai berikut :<br />
1. Menerapkan pendekatan sistem dalam rangka pengembangan pembelajaran, baik pada tingkat mikro/kelas maupun dalam konteks pendidikan maupun latihan.<br />
2. Merencanakan kurikulum, pemilihan strategi pembelajaran, serta penilaian pelaksanaannya.<br />
3. Merancang, memproduksi, dan menilai bahan bahan pembelajaran.<br />
4. Mengelola Lembaga sumber belajar.<br />
5. Melatih dan mendidik orang lain dalam berbagai aspek teknologi pendidikan.<br />
6. Menyebarkan konsep dan aplikasi teknologi pendidikan.</p>
<p>Sedangkan pada jenjang S3 adalah sebagai berikut :<br />
1. Mampu mengkaji dan menganalisis teori/konsep dan temuan penelitian dibidang instruksional dan meramunya menjadi sutau teori/konsep pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik budaya Indonesia.<br />
2. Mampu mengidentifikasikan dan mengkaji kebijakan pendidikan dan masalah pelaksanaannya, dan menselaraskannya dengan perkembangan IPTEK dan SOSEKBUD.<br />
3. Mampu melaksanakan sendiri dan memimpin kegiatan penelitian dan pengembangan, baik untuk menguji teori instruksional, maupun menghasilkan inovasi dalam proses dan sistem pendidikan</p>
<p><strong>b. Pekerjaan Teknolog Pendidikan</strong><br />
Pekerjaan para teknolog pendidikan biasanya ditentukan oleh struktur dan tujuan dari lingkungan kerja tertentu dengan merujuk aturan dan pola jabatan dalam lembaga tersebut. Seal dan Glasgow ( 1990 ) menguraikan pangsa pasar kerja dengan membedakan dua peran yaitu penelliti dan praktisi. Lingkup teknologi pendidikan yang sangat luas tidak memungkinkan seseorang untuk menguasai keahlian dalam setiap kegiatan dalam kawasan. Keadaan ini berlaku bagi peneliti maupun praktisi. Kebanyakan teknolog pendidikan mempunyai pekerjaan yang menuntut keahlian khusus dalam satu atau dua bidang, misalnya desain dan pengembangan teknologi tertentu atau pemanfaatan media.<br />
Dalam gambar dibawah ini , Seels dan Glaslow ( 1990 ) menunjukkan konseptualisasi peranan perancang pembelajaran secara menyeluruh.</p>
<p>Dalam gambar diatas dijelaskan peranan sebagai fungsi kategori utama pekerjaan, lingkungan kerja, dan bentuk produk yang dihasilkan.</p>
<p><strong>c. Tugas Pokok Ahli Teknologi Pendidikan</strong><br />
Teknologi pendidikan sendiri dapat dilihat dari tiga perspektif, yaitu sebagai suatu bidang keilmuan, sebagai suatu bidang garapan dan sebagai suatu profesi. Meskipun demikian ketiga perspektif itu berlandaskan pada falsafah yang sama yaitu, membelajarkan semua orang sesuai dengan potensinya masing masing, dengan menggunakan berbagai macam sumber belajar baik yang sudah ada maupun yang sengaja dibuat, serta memperhatikan keselarasan dengan kondisi lingkungan dan tujuan pembangunan agar tercapai masyarakat yang dinamik dan harmonis.<br />
Berdasarkan konsepsi teknologi pendidikan tugas pokok ahli teknologi pendidikan itu dikategorikan sebagai berikut :<br />
1. Menyebarkan konsep dan aplikasi teknologi pendidikan, terutama untuk mengatasi masalah belajar   dimana saja.<br />
2. Merancang program dan sistem instruksional<br />
3. Memproduksi media pendidikan<br />
4. Memilih dan memanfaatkan media pendidikan<br />
5. Memilih dan memanfaatkan berbagai sumber belajar<br />
6. Mengelola kegiatan belajar dan instruksional yang kreatif<br />
7. Memperhatikan perkembangan teknologi dan dampaknya dalam pendidikan<br />
8. Mengelola organisasi dan personel yang melaksanakan kegiatan pengembangan dan pemanfaatan teknologi pendidikan<br />
9. Merencanakan, melaksanakan dan menafsirkan penelitian dalam bidangnya dan dalam bidang lain yang berkaitan dengan teknologi pendidikan.<br />
10. Penyusunan rumusan kebijakan dalam bidang teknologi pembelajaran<br />
Dalam konsep tenaga profesi teknologi pendidikan yang saat ini sedang diusulkan pengakuannya oleh pemerintah, dikenal perjenjangan.<br />
Usulan jabatan fungsional Pengembang Teknologi Pendidikan menjabarkan peringkat profesi dalam 13 jenjang, mulai dari assisten Pengembang Teknologi Pendidikan Pratama hingga Pengembang Teknologi Pendidikan Utama. Perjenjangan ini dilengkapi dengan persyaratan pendidikan dan pelatihan.</p>
<p><strong>g. Organisasi Profesi</strong></p>
<p>Di Indonesia, tenaga profesi itu terhimpun dalam wadah Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia ( IPTPI ) yayng didirikan pada tanggal 27 September 1987. Dasar pertimbangan pendirian organisasai profesi adalah karena makin kompleksnya usaha pendidikan ( termasuk penyuluhan dan pembinaan ) sumber daya manusia, sehingga dirasa perlu adanya forum profesi untuk saling bertukar pengalaman, peningkatan kemampuan dan untuk menjaga keselarasan antara perkembangan IPTEK dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan belajar.</p>
<p><strong>Visi dan misi</strong><br />
Dengan semangat kemitraan menjadi suatu lembaga yang tanggap dan tangguh dalam memberdayakan pemelajar ( learner ), melalui kegiatan merancang, mengembangkan, melaksanakan, menilai dan mengelola proses serta sumber belajar</p>
<p><strong>Misi</strong><strong><br />
</strong>IPTPI mempunyai misi memimpin, memberikan keteladan dan kepemimpinan dalam pengembangkan dan peningkatan profesionalitas para anggotanya, agar mereka mampu untuk memberdayakan peserta didik/warga belajar, sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi belajar, sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta kondisi dan lingkungan, sehingga peserta didik/warga belajar tersebut mampu menguasai kompetensi yang diperlukan, serta meningkatkan kinerja dan produktivitasnya.</p>
<p><strong>Tujuan</strong><strong><br />
</strong>Menghimpun sumber daya untuk menyumbangkn tenaga dan pikiran bagi pengembangan teknologi pendidikan sebagai suatu teori, bidang dan profesi di tanah air, bagi pembedayaan peserta didik/warga belajar serta kemanfaatannya bagi kemajuan bangsa Indonesia.</p>
<p><strong>Program</strong><br />
1. Menyebarkan konsep, prinsip dan prosedur teknologi pendidikan ke seluruh lembaga pendidikan dan pelatihan di Indonesia.<br />
2. Menyebarkan aplikasi teknologi pendidikan kepada masyarakat dengan maksud agar tiap warga negara mendapatkan pengajaran seumur hidup, secara mustari dan cepat, yang mudah dicerna dan diresapi, yang memikat, dan pada tempat dan waktu yang tersebar, dengan memanfaatkan teknologi.<br />
3. Mengusahakan dan membina identitas profesi teknologi pendidikan sebagai suatu lapangan pengabdian, dengan menunjukkan kepemimpinan dalam melaksanakan fungsi, tanggung jawab, jabatan dan kompetensi, sehingga memperoleh pengakuan dan pengukuhan dari pemerintahan dan masyarakat.<br />
4. Bekerjasama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran dengan melalui dan menggunakan teknologi pendidikan.<br />
5. Bekerjasama dengan lembaga profesi dan pendidikan tinggi di dalam maupun di luar negeri, dalam rangka meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan kinerja, serta menghindarkan adanya tumpang tindih dan pertentangan kepentingan.</p>
<p><strong>h. Kode Etik Profesi</strong></p>
<p>Profesi Teknologi pendidikan bukanlah merupakan profesi yang bersifat netral; ia merupakan profesi yang memihak, yaitu memihak pada kepentingan si belajar, agar mereka memperoleh kemudahan untuk belajar. Penerapan teknologi pendidikan pasti mempengaruhi komponen-komponen lain dalam sistem pendidikan. Pengaruh ini pada gilirannya akan membawa akibat terhadap kelembagaan, dan tanggung jawab pendidikan. Seterusnya akan mempengaruhi ekonomi dan masyarakat secara keseluruhan.<br />
Ciri utama dalam profesi Teknologi Pendidikan adalah adanya kode etik, pendidikan dan latihan yang memadai, serta pengabdian yang terus menerus. Tujuan kode etik ini secara umum adalah :<br />
1. melindungi dan memperjuangkan kepentingan peserta didik.<br />
2. melindungi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara<br />
3. Melindungi dan membina diri serta sejawat profesi dan<br />
4. Mengembangkan kawasan dan bidang kajian teknologi pendidikan.</p>
<p>Teknologi pendidikan sebagai teori dan praktek secara faktual telah menjadi bagian integral dari upaya pengembangan sumber daya manusia khususnya sistem pendidikan dan pelatihan.<br />
Program Pendidikan profesi Teknologi Pendidikan yang dimulai sejak tahun 1976 terus berkembang, baik lembaga penyelenggaranya maupun peserta dan lulusannya. Mereka itu dituntut untuk bersikap pro aktif dalam mewujudkan visi dan misi teknologi pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu.<br />
Dengan tersedianya tenaga terdidik dan terlatih dalam bidang Teknologi Pendidikan dan adanya organisasi profesi, maka secara konseptual akan terjamin usaha penerapan teknologi pendidikan dalam lembaga -lembaga yang menyelenggarakan kegiatan belajar dan pembelajaran.<br />
Pembangunan sistem pendidikan di Indonesia hanya mungkin dapat terlaksana sesuai dengan harapan jika dipahami arti penting Teknologi pendidikan, sehingga peran dan potensinya dapat diwujudkan secara optimal.</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>Miarso, yusufhadi, 2004, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, prenada media Jakarta</p>
<p>Miarso, Yusuhadi, 1987, Landasan Falsafah dan Teori Tekknologi Pendidikan, makalah untuk bahan kuliah<br />
Miarso Yusufhadi, 1994, Posisi dan Fungsi Profesi Teknologi Pendidikan</p>
<p>Seels, Barbara &amp; Richey, Rita, TEKNOLOGI PEMBELAJARAN Definisi dan kawasannya, 1994, penerbit UNJ</p>
<p>Makalah Temu Karya Pendidikan dan Munas III ISPI, Jakarta, 1-3 Juni 1994<br />
Makalah seminar nasional, Pengembangan dan dan penelitian Teknologi pendidikan, Surabaya, 7 Agustus 1993</p>
<p>Malakah seminar Identitas Nasional Siaran Televisi. Jakarta, 20-21 Januari 1995.<br />
Resser,A. Robbert &amp; Demsey John, Trend and Issues in Instructional Design and Technology, Merrill prentice Hall, New   Jersey</p>
<p class="MsoNormal">buku AD/ ART IP TPI</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/profesi-pendidikan-keahlian-teknologi-pendidikan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
