<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Welcome &#187; Cerpen</title>
	<atom:link href="http://pupung.com/category/cerpen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pupung.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 May 2010 13:01:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hanya untuk Ibu</title>
		<link>http://pupung.com/hanya-untuk-ibu.html</link>
		<comments>http://pupung.com/hanya-untuk-ibu.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 04:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[

Dinda anak ke tiga dari tiga bersaudara,semua saudaranya perempuan.Seperti kebanyakan saudara perempuan lainya selalu rebut soal pakaian,make up atau perhatian dari orang tua dengan merebut dengan berbagai cara agar lebih di sayang.Namun baru tak lama ini dinda di tinggalkan oleh ke dua kakaknya itu,dinda sangat sedih,kesepian dan merasa sendiri,meskipun setiap kali sering rebut dengan kakaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Dinda anak ke tiga dari tiga bersaudara,semua saudaranya perempuan.Seperti kebanyakan <img src="http://pupung.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" mce_src="http://pupung.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More...">saudara perempuan lainya selalu rebut soal pakaian,make up atau perhatian dari orang tua dengan merebut dengan berbagai cara agar lebih di sayang.Namun baru tak lama ini dinda di tinggalkan oleh ke dua kakaknya itu,dinda sangat sedih,kesepian dan merasa sendiri,meskipun setiap kali sering rebut dengan kakaknya itu meski hanya masalah sepele namun saat tak bersama dinda merindukan kebersamaan dengan kakak-kakaknya itu,saat-saat saling meledek,saat-saat saling ngambek atau rebut hanya karena masalah sepele atau bermanja-manja merengek-rengek mintak di belikan semangkuk miso,meskipun sudah dewasa dinda tetap saja bandel dan suka gangguin kakaknya begitu juga dengan kakaknya sampai rebut</p>
<p class="MsoNormal">“hah…….” Dinda hanya bisa menghela nafas,ada sesuatu tersendat di tenggorokannya sebuah rasa pedih dan rindu pada kakak-kakaknya</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dinda bukanlah anak yang pandai berbicara manis meskipun ia penurut pada kakak atau ibunya namun sering kali karena ia tak pandai berbicara membuat ibu dan kakaknya salah tanggap dan memarahinya padahal maksudnya lain.dan ini membuat ia jarang di ajak bercerita dengan ibu dan kakak-kakaknya meski mereka saling sayang.dan itu yang membuat mereka sering ribut.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Suatu hari penyakit dinda kambuh lagi dan akhirnya dinda ambruk tak dapat menggerakan tubuhnya,jantungnya sesak berat,kaki dan tangannya berat dan kaku.dinda hanya bisa mengerang kesakitan di kamar tanpa ibunya tau bahwa ia sudah sekarat.dinda tertegun dalam sakitnya yang ia rasakan hanya kaku,yap dinda menderita strouk ringan karena penyumbatan pembuluh darah karena kebiasaannya menahan perasaan sendirian sedari kecil dan di tambah karena papanya yang keras.di tambah lagi dinda menderita kangker darah hingga penymbatan pembuluh darah itu makin menjadi-jadi dan sewaktu-waktu sembuh lalu sewaktu-sewaktu sehat kembali.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“dinda…dah makan….” Ibunya bersorak dari luar kamarnya karena dinda tak pernah keluar kamar di lihatnya ya maklumlah ibunya pergi pagi pulang malam untuk mencari uang dan mengurus urusan keluarga setiap harinya meski libur jadi lengkap sudah tiada waktu untuk bercerita dengan dinda,jadinya dinda menjadi anak mandiri dalam segala hal termasuk memendam masalahnya tanpa tiada satupun yang tau,kecuali mereka akan anggap dinda kekanak-kanakan ya maklumlah kalau ada waktu tentu itu membuat dinda bermanja-manja namun tiada yang tau masalahnya yang ia sembunyikan di balik ceria dan tawanya terlebih kakak-kakaknya telah pergi meninggalkannya sedang di rumah tiada keakrapan dengan ibu yang sakit-sakitan namun sibuk mencari uang siang malam sedangkan papanya tak kemana sibuk sendiri</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Suatu hari dinda masuk UGD</p>
<p class="MsoNormal">“dinda….dinda…sakit apa nak….ujar ibunya sambil terisak-isak menahan pilunya,karena melihat anak satu-satunya yang tertinggal kini terbaring lemas</p>
<p class="MsoNormal">“mana papa bu….” Dinda bertanya pada ibunya</p>
<p class="MsoNormal">“papa…..papa tak ada….sudah ibu telfon-telfon tapi hand phonenya mati” ujar ibunya sedih,bagai mana tidak selama ini ia sudah sakit-sakitan mencari uang siang malam untuk keluarga namun kedua anaknya (kakak-kakak dinda) kini telah pergi tiada di sisinya belum lagi masalah keluarga dan keuangan yang harus ia tanggung sendirian dan suami yang tak mau tau dengan anak sakit,sekolah atau tidak.dan itupun membuat dinda sakit hati namun disembunyikan oleh ibunya agar dinda sabar pada papanya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“maaf buk..anaknya butuh istirahat….”ujar dokter pada ibunya…</p>
<p class="MsoNormal">“ya..baik dok…..” ibu tua itu pergi keluar meninggalkan dinda dengan senyum yang di paksakan pada wajahnya yanga meyiratkan kelelahan.</p>
<p class="MsoNormal">“hati-hati bu….” Dinda berujar pada ibunya,menatap punggung wanita tua,kurus yang masih sehat terlihat karena terbalut jas merah yang indah hingga menutupi betapa lusuh dan lemahnya ibu itu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“dokter…..tolong jangan katakana pada ibuku sakitku….tolong katakana saja bahwa sakit saya tidak dapat di temukan….ya…dok..”</p>
<p class="MsoNormal">“tapi dia ibu anada….dan rumah sakit ini nantik……”</p>
<p class="MsoNormal">“tidak…tidak…saya tidak akan bilang macam-macam akan rumah sakit ini…dokter bantu saya…ya…saya mohon jangan katakana pada siapapun akan sakit saya bicar saya dan dokter saja yang tau……” dinda dengan cepat memotong kata-kata dokter itu dan memohon agar dokter itu menyetujui permintaannya</p>
<p class="MsoNormal">“ya….baiklah….”ujar dokter itu</p>
<p class="MsoNormal">“satu lagi dok…saya ingin pulang besok….jadi biyar saya merawat diri saya dirumah saja….” Ujar dinda</p>
<p class="MsoNormal">“itu tidak bisa dinda….kamu sakit…..” ujar dokter itu lagi</p>
<p class="MsoNormal">“aku mohon…..kalau tidak ibuku akan curiga dan sedih seperti tadi….”ujar dinda</p>
<p class="MsoNormal">“dan akan lebih sedih bila melihat kamu sakit-sakitan dirumah tanpa dirawat….” Ujar dokter itu dan bersiap siap akan pergi…</p>
<p class="MsoNormal">“dokter….saya mohon…ini untuk ibu….aku mohon…saya bisa merawat kesehatan saya,dokter tinggal kasih saya obat….”</p>
<p class="MsoNormal">“itu menyalahi sumpah saya sebagai dokter…” ujar dokter itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak setuju</p>
<p class="MsoNormal">“ayolah dok….saya mohon….saya mohon…..” dengan segala upaya dinda memohon agar dokter itu mengizinkan ia pulang dan tak mengatakan sakitnya pada siapapun</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Beberapa hari setelah itu apa yang dikatakan dokter itu dinda mesti dirawat memanglah seharusnya dijalani karena setiap malam ia harus megerang kesakitan pada kepalanya dan tubuhnya,kaki,tangannya ia paksa gerakan meski tertatih-tatih hingga ia di cemeeh oleh papa,temannya dan ibunya pun menayakan kenapa kaki,tangannya jadi kaku digerakan seolah dibuat-buat,mereka tidak tahu kalau sesungguhnya dinda menderita storuk ringan dan kangker darah yang juga berakibat pada peyumbatan pembuluh darah pada jantung dan kepala bagian belakangnya hingga ia mulai pikun,tertaih-tatih,sakit-sakitan dan sering megeluarkan darah baik pada hidung atau telinganya apa bila sakit itu tak tertahankan lagi meski telah minum obat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dinda sedih sebenarnya ia ingin cerita tapi tak ingin ibunya sedih atau papanya menghina sakitnya begitu juga dengan teman-temannya yang mengolok-olok jalannya yang seperti robot bila tiba-tiba.sakitnya kambuh berat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“hah…..ini untuk ibu….aku tak boleh mati dulu…aku tak boleh buat dia sediah dengan tau aku sakit….aku anak yang kuat…harus….ibu harus memikirkan aku sebagai anak yang kuat,sehat dan manja saja….tidak boleh ia tau aku sakit apa….meski dinda harus bekerja membersihkan rumah sedangkan sebenarnya ia tak kuat lagi.dan berjalan meski tertatih-tatih,semua untuk ibu….hanya untuk ibu aku ada di dunia ini…..”ujar dinda dalam hatinya hanya itu yang dapat ia lakukan untuk meyemangati dirinya dan agar tampak ceria tak seperti orang sakit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/hanya-untuk-ibu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bapakku seorang….</title>
		<link>http://pupung.com/bapakku-seorang%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://pupung.com/bapakku-seorang%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 09:17:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[
 saat ini pak kuto merasa bersalah sekali melihat keluarga wijaya kampung sebelah menangis histeris karena dapat musibah yang amat besar.sebenarnya pak kuto tak juga ingin membuat keluarga sahabatnya itu bersedih
 
“Pak kuto bagai mana sudah di tanam “bibit” yang kemaren itu ??” ujar pak bambang mengejutkan lamunan pak kuto
“eh…sudah pak sudah…sudah saya tanam…”ujar pak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p class="MsoNormal"><!--[endif]--> <span style="font-size: 14pt;">saat ini pak kuto merasa bersalah sekali melihat keluarga </span><span id="more-135"></span><span style="font-size: 14pt;">wijaya kampung sebelah menangis histeris karena dapat musibah yang amat besar.sebenarnya pak kuto tak juga ingin membuat keluarga sahabatnya itu bersedih</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“Pak kuto bagai mana sudah di tanam “bibit” yang kemaren itu ??” ujar pak bambang mengejutkan lamunan pak kuto</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“eh…sudah pak sudah…sudah saya tanam…”ujar pak kuto menahan perasaanya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“ok..kalau begitu nantik gaji bapak saya tambah menjadi sepuluh kali lipat”ujar pak bambang sambil berlalu pergi dengan sedannya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;">Hari berikutnya…..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“pak…kenapa toh..kok dari kemaren melamun aja atuh..”ujar istri pak kuto</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“nggak ada apa-apa buk…” uajar pak kuto menatap jauh kelangit,ada rasa penyesalan mendalam di hatinya yang tak terkira,apa lagi melihat wijaya temannya masih berduka</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“pak…ibuk kepasar dulu yach…tuh di minum kopinya nantik dingin,didalam ada goreng ubi buat bapak” ujar istrinya mohon pamit pada pak kuto dan seraya hanya tersenyum dingin pada istrinya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;">Malamnya…..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“min…mulai besok kamu nggak perlu lagi cari sampah” ujar pak kuto pada anak tertuanya yang putus sekolah karena tak ada biaya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“mangnya napa pak…??” ujar amin sedikit heran</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“ndak..bapakmu ini dapat rezeki..jadi kamu bisa sekolah ditempat yang bagus sama adekmu…ujar pak kuto</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“asik…amin bisa sekolah lagi…dek kita bisa sekolah lagi….”ujar amin pada adiknya dan berlari keluar bersorak sorak kegirangan serta di susul oleh adiknya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“pak..jangan dikasih harapan toh anak kita…mangnya bapak dapat uang dari mana pak…??” ujar istri pak kuto dengan lembut karena takut menyinggung perasaan suaminya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“ah ibuk….,bapak kemaren tuh dapat orderan dari juragan kontraktor itu jadi ibuk tenang aja…!!”ujar pak kuto menenangkan istrinya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“orderan apa pak…bukanya proyek pembangunan itu dah selesai…??”ujar istrinya </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“ah…kamu tenang sajalah..mang kamu fakir saya membunuh orang..??”ujar pak kuto dan berlalu meniggalkan rumahnya yang reyot,dia merasa rahasianya akan tercium oleh istrinya dan anak anaknya akan hidup sengsara kembali</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“biarlah dosa ini saya yang memikulnya…”guman pak kuto meninggalkan istrinya yang diam tebengong-bengong</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;">Di jalan….</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“eh pak kotu kok nggak ikut ke rumah pak wijaya…”sapa pak sodikin,lurah di kampung pak kuto</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“kasihan tuh anaknya..mudah-mudahan nggak terulang lagi di kampung kita,sadis kali….” guman pak sodikin,menceritakan anaknya pak wijaya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“eh..iya..anu…ini saya juga mau kesana nantik ama istri saya…!!”ujar pak kuto terbata-bata karena rasa takut yang semakin memuncak…</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“o..ya dah..kalau gitu saya dulu…”ujar pak sodikin tersenym ramah pada pak kuto</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“eh..ya…monggo-monggo…”ujar pak kuto dengan hati sedikit lega karena pak sodikin telah meninggalkannya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;">Sebulan kemudian…..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“eh…mobil siapa tuh..??”ujar amin anaknya pak kuto pada adeknya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“mm…??”adeknya hanya terbengang bengong karena bingung</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“eh…bapak….??!!”ujar amin dengan terkejutnya melihat bapaknya yang dulu seorang kuli bangunan sekarang telah berpakaiyan rapid dan bermobil sedan layaknya seorang konglongmerat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“ibuk…buk…bapak pulang..liat nih buk bapak kayak orang kaya yach…??!!”uajar amin yang disusul dengan adik dan bapaknya masuk kedalam rumah reot yang selama ini mereka tempati</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“aduh…si bapak…teh apa tak salah atuh…???”ujar istri pak kuto tak percaya melihat perubahan suaminya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“pak…dapat uang dari mana pak…bukannya dah sebulan nich bapak nggak dapat orderan kerja….??tanya istrinya penuh selidik</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“ah kamu sekarang saya bukan kuli angkat lagi…kita dah jadi orang kaya sekarang,sudah…kamu beres-beres saja,nggak perlu bawa baju baju kita yang jelek-jelek itu kasih aja sama tetangga,” ujar pak kuto membuat anak dan istrinya menjadi semakin binggung</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“mangnya kita mau kemana pak….” ujar anak dan istrinya dengan serentak….</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“ah…kalian siap-siap saja,ikut saja hari ini kita bakal pindah rumah,dan kamu bakal dapat sekolah baru dengan adekmu,nantik soal pakaiyan kita beli yang baru di kota” ujar pak kuto menjelaskan pada anak dan istrinya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“mm..ya…ya..”ujar mereka dengan penuh tanda tanya dalam benaknya ada apa,sebenarnya istri pak kuto memang sangat senang mendengarnya jadi mereka bisa hidup bahagia dan layak seperti yang di gambarkan dari cerita suaminya,tapi dia juga curiga </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“dari mana toh…si bapak dapat uang sebanyak gitu” bapakkan cuma kuli bangunan guman istri pak kuto pada anak anaknya sambil berbenah diri dikamar mereka yang kumal</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;">Beberapa jam kemudian…..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“nah..buk,anak-anak …sekarang ini rumah kita..dan amin ama adekmu jangan pernah bilang sama tetangga baru kita kalau bapak dulunya kuli bangunan,kalian harus bilang kalau bapak adalah kaki tangannya kontraktor” ujar pak kuto sambil membukakan pintu rumah barunya dan masuk ke rumah yang luas dan besar itu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“wah…besar sekali toh….rumahnya…” ujar keluarga pak amin terkagum kagum karena selama ini mereka hanya bisa bermimpi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“pak….sebenarnya bapak dapat uang dari mana toh…pak??” Tanya istri pak kuto saat akan beristirahat di pembaringan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“ah aku kan sudah bilang kemaren tuh aku dapat orderan bagus dari juragan kontraktor tuh..jadi aku dapat bonus…!!” ujar pak kuto menutupi kesalahnnya pada isrinya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“mm ya sudah toh…nggak perlu sewot,jangan lupa baca doa,biar nggak mimpi buruki” ujar isrinya masih menaruh curiga karena heran dengan perubahan suaminya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;">Subuh….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“pak bangun pak…dah subuh….!!”ujar istri pak kuto membangunkan suaminya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“ah….nantiklah ngantuk” ujar pak kuto makin menarik selimutnya dan tidur</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“ya….si bapak…dah subuh…kok jadi malas sholat gini sih pak….??”ujar istri pak kuto,tapi pak kuto tetap saja tak mau tau meski azan bekumandang di didepan rumahnya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;">Saat jam 06;00</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“buk…bapak mana buk…” ujar amin pada ibuknya,dia sudah bersiap-siap akan pergi sekolah bersama adiknya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“bapakmu dikamar,masih tidur….” ujar istri pak kuto sambil menyiapkan makan pagi untuk anak-anaknya di meja makan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“bapakmu sekarang makin aneh…sholat nggak mau lagi,bangun pagi nggak,kerjanya tau apa,tapi dapat uang semua ini dari mana??ibuk nggak ngerti…” guman istri pak kuto mengeluhkan sikap bapak mereka</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“mm……….”amin dan adiknya hanya terdiam saja mendengarkan cerita ibuknya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;">10 menit kemudian….</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“tit…tit…tit….tit….” suara kelason bus sekolah mereka telah menjemput</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“buk amin berangkat lagi yach…asallammualaikum…ujar amin sambil menyalami ibuknya bergantian dengan adiknya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“iya..rajin rajin belajar,hati hati ya nak….jaga adikmu yach…pegang tangannya…..”teriak istri pak kuto pada anak-anaknya yang berlari kehalaman karena bus sekolah sudah menunggu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“adikmu di jaga ya nak….” ujar istri pak kuto penuh harap melihat anaknya pergi,maklum selama ini mereka tinggal di desa jadi tidak begitu banyak kendaraan yang lewat seperti di kota,apa lagi di desa pernah ada kejadian keluarga wijaya anak satu satu mereka kepalanya di di gorok dan di ambil orang yang sangat sadis dan sampai sekarang tak tau siapa pelakunya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“buk…mana anak-anak…” ujar pak kuto mengejutkan istrinya yang sibuk membersihkan meja makan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“dah pergi…baru aja..” jawab istrinya singkat dan berlalu pergi kedapur</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“pak ini kopinya….!!” ujar ibuk kuto pada suaminya…yang sedang asik membaca koran</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“pak saya kadang kawatir,apa aman anak-anak kita sekolah di sini pak…?? ujar istrinya sambil menemani suaminya yang asik membaca koran di halaman belakang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“mangnya napa toh….kan ada satpam,ada bus yang antar jemput,ada gurunya apa lagi sekolah disana nggak sama ama yang di desa buk…,aman…toh” ujar pak kuto pada istrinya,lalu berhenti membaca dan megambil kopi buatan istrinya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“yach…saya cuma nggak mau ntar anak kita yang masih lugu-lugu itu di culik orang trus di ambil kepalanya kayak kejadian si Ai anaknya pak wijaya” ujar istrinya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“byur…bub…..” air kopi yang barusan di minum pak kuto tiba tiba tersembur keluar,pak kuto terkejut mendengar cerita istrinya dan buru-buru mengelak dari istrinya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;">“pak…napa pak….kopinya pahit toh…??”ujar istrinya kebinggungan melihat sikap pak kuto yang semakin aneh,apa lagi bila mendengar cerita soal keluarga wijaya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/bapakku-seorang%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ceritaku&#8230;</title>
		<link>http://pupung.com/ceritaku.html</link>
		<comments>http://pupung.com/ceritaku.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 07:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[
Aku adalah anak perempuan dari dua saudaraku,kami semua adalah perempuan.sewaktu aku masih kecil pastinya aku sama dengan anak anak kecil lainnya yang tak tau apa apa hanya saja padaku tak tau apa apa itu melebihi usiaku sampai aku telah duduk di SMA.aku bukan idiot atau mempunyai keterlambatan mental.tapi kehidupanku yang membuat aku seperti ini

Aku tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Aku adalah anak perempuan dari dua saudaraku,kami semua adalah perempuan.sewaktu aku masih kecil pastinya aku sama dengan anak anak kecil lainnya yang tak tau apa apa hanya saja padaku tak tau apa apa itu melebihi usiaku sampai aku telah duduk di SMA.aku bukan idiot atau mempunyai keterlambatan mental.tapi kehidupanku yang membuat aku seperti ini</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Aku tidak dapat berteman dan menikmati masa masa kecilku dengan senang malah lebih senang lagi anak anak tukang sampah/pemulung-pemulung itu dari diriku.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Papa ku adalah seorang pensiunan BUMN di kotaku,sedang ibuku adalah seorang guru SMK Negeri tertua dikotaku.Sejak kecil aku seringkali mendapat perlakuan tak mengenakkan dari papaku.papa yang suka memukulku,membenturkan kepalaku kedinding,tak membolehkan aku makan,dikurung,ditinju,dimaki,dihina,serta disesali kelahiranku,karena dianggaap karena aku lahir mereka menjadi jatuh miskin.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Padahal kenyataannya tidak,papaku sendiri yang mintak berhenti dari kantornya,sehingga ia pension muda degan cara terhormat.lalu ia merintis PT,CV dan perternakan kerbau,sapi,kuda serta kambing jerman.saat itu aku masih belum menaruh rasa benci pada papaku,karena ibuku sangat pandai membuat keadaan menjadi baik di depan anak anaknya.<span id="more-54"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Namun usaha papaku bangkrut karena pada saat itu ada seorang laki laki yang mengaku sebagai di pati (sekarang namana bupati) dari aceh memesan 100 sapi dan kerbau pada papaku.karena suadah finis makanya diantar dengan menggunakan kapal laut,tapi kenyataannya tiba di sana ternyata orang aceh tersebut menipu dan akhirnya papaku dengan geram dan kecewanya kembali membawa hewan hewan ternak itu ke padang.Tapi ternyata tuhan tidak hanya menguji sampai disana, tiba tiba di tengah lautan itu terjadi badai dan arus pasang,karena muatan kapal terlalau berat dan badai itu akan menenggelamkan kapal akibatnya terpaksalah 100 sapi dan kerbau itu di tengelamkan hidup hidup kelautan hindia,dari pada kapal tersebuat mengaramkan orang orang yang ada di dalamnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Papa rugi besar,kantor BUMN yang tempat ia bekerja dulupun menawarkan kembali jabatan papa,tapi papa tidak mau karena ia merasa lebih enak kerja sendiri dari pada duduk di balik meja kantor dan memeriksa kontraktor-kontraktor yang akan membagun gedung dan jalan karena papa saat masih kerja menjabat sebagai kepala teknisi dan keuangan (kalau sekarang mana bias menjabat sekali dua dalam satu perusahaan jarang kali bias kita temukan)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Aku sangat saying dengan keluargaku,sama halnya dengan teman teman lain yang pasti semua saying dengan keluarganya</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tapi rasa sayang terhadap papaku dengan berjalannya waktu berubah menjadi perasaan benci terhadap papa,betapa tidak sejak itu papa tak lagi kerja dia Cuma bias memerintah dan memukul orang bukan karena dia stress tapi dia nggak mau kerja kalau nggak buka usaha perternakan seperti dulu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Papa sangat suka merendahkan dan membuat malu ibuku didepan orang ramai apa lagi jika didepan ibuk ibuk,jangan itu kami anak anaknya tak pernah dia perhatikan,mau makan,beli buku,pakaiyan saja nggak pernah papa mau tau.ternyata aku baru tau kalau papa bersikap begitu sudah dari dulu hanya saja ibu suka menutupi,namun sejak seuatu hari di pagi hari yang cerah dirumahku ternyata mati PDAMnya dan saat aku bangun aku papa dan ibu sudah tak ada,lalu aku melihat pintu ruang tamu terbuka saat aku keluar aku melihat ibuku sedang menampung air dan mengangkatnya kedalam buat mandi,minum kami,dan papa saat itu hanya menghardik ibu tanpa membantu,tapi tiba tiba ibu kelelahan mungkin saat aku tertidur dia sudah bekerja dari subuh makanya dia lelah,tapi papaku malah memaki ibuku dengan kata kata tak senonoh dan menendang punggung ibuku dari belakang,dan saat akan di lanjutkannya lagi aku mendekat karena melihat aku lalu dia makin memaki maki ibu dan berlalu pergi ketempat duduknya.Dia dengan sok seperti raja duduk di atas tangga rumah dan memperhatikan aku dan ibu bekerja mengambil &amp; mengangkat air ke dalam rumah.Padahal seharusnya itu adalah pekerjaan seorang ayah mengangkat ngangkat air untuk membantu anak isrinya yang tak memiliki air dirumah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Hari berlalu…kehidupan kami dibiayai oleh gaji ibu,mulai dari sewa rumah,bayar PLN,PDAM,TLP,uang belanja kami,makan,obat obat serta baju sekolah kami ibu yang biayai sedangkan papa hanya diam saja tak mau tau</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kalau Cuma begitu mungkin masih bias toleransi atau menghormatinnya,tapi…selain tak mau kerja hal hal kecil dirumah pun seperti mengganti lampu yang sudah putuspun musti tunggu aku yang masangin,padahal saat itu aku masih berusia 8-9 tahun.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kadang jika tak ada makannan kami hanya bias diam dan diam,diluar rumah ibu selalu mengajarkan agar tak boleh menampakakan kemiskinan dan kekejamman papa meski kita seorang perempuan</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Otomatis kami selalu pindah rumah,dan aku juga selalu pindah sekolah bahkan kadang malah berhenti sekolah,jika ibu tak mampu bayar listrik kami hidup gelap gelapan,jika tak ada makannan kami tidur dalam selimut menunggu hari esok</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">Bulan berikutnya…</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Papa makin menjadi jadi akhirnya karena itu aku dibawa oleh kakek dan nenekku ke kampong kami,aku disekolahkan di SD Katolik dan aku juga di leskan mengaji di mesjid,disana siang harinya aku sibuk membuat tugas (PR ku) sampai jam 4 aku pasti masih berada di warung tempat kakekku suka makan disana.disana aku selain dikenalkan akan agamaku sendiri aku juga dikenalkan akan agama lain seperti Kristen,sampai jam empat aku pulang dengan kakekku dengan mengendarai delman dan duduk didepan dekat kusir dan kuda kalau dikampung ku namanya (bendi).sampai dirumah aku pasti dipaksa tidur sebentaroleh kakek dan nenekku dan tak boleh pergi main,maklumlah kakek dan nenekku adalah orang orang keturunan yang sangat dihormati oleh sekota itu jadi aku di pingit dan kemanapun pergi pasti dikawal.dan bila hari sudah sore jam 05;10 aku pasti kedepan rumahku karena didepan rumah adalah mesjid jadi aku les mengaji disana pulang dari mengaji langsung di lanjutin dengan acara sholat magrib,waktu itu aku nggak mau pake mukena aku mau nya pake peci jadi aku sholat kayak laki laki,dan kadang kadang ada juga pake mukena sholat selayaknya aku seorang anak perempuan,hah…sangat lucu bila di ingat.,bukan hanya sampai disana saja,selesai sholat kakek dan nenekku megizinikan aku nonton waktu itu yang ada Cuma TVRI dan TPI dulunya aku Cuma bias nonton kuis “oo…siapa dia” yang di bawakan oleh kues hendratmo.setelah kuis itu selesai aku musti nyiakan makan malam dengan kakek dan nenek,duduk rapi rapi<span> </span>dan setelah makan dan semuanya dirapikan masuk lemari sambal,cuci kaki dan tangan lalu tidur,dan jika pagi tiba selain sholat,sekolah ak pasti nungguin susu lewat,di kotaku terkenal banyak sapi potongnya yang masaih segar begitu juga dengan susu murninya,dan aku lah pelanggannya dalam waktu sekejap pagi itu aku bias ngabiskan 5 gelas susu murni,ha…ha…kebayangkan gimana bentukku,masih SD,pendek pastinya,gendut,dan putih karena pergi aja dikawal terus</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tapi suatu ketika sakit jantung kakekku kambuh lagi dan dia dilarikan kerumah sakit jantung khusus militer,namun suatu hari tah kenapa tiba tiba aku tak mau bertemu kakekku hari itu dan ibu yang menjemputku menjadi marah dan menhentuk hentukkan kepalaku,dan ternyata perasaan itu ada karena esoknya kakekku menghembuskan nafas terkhirnya.dan aku yang tak mau pergi pada saat itu dan tinggal dirumah menjadi orang yang pertama mengembangkan tikar untuk kedatangan jenazah kakekku,perasaanku sangat mesedih,namun pada saat itu aku masih kurang bias mengerti akan arti meninggal orang yang kita sayangi.sampai jenazah kakekku tiba akupun tidur disamping kakekku yang sudah pergi meninggalkanku tuk selama-lamanya,dan akhirnya aku kehilangan figure seorang ayah yang akan menasehati,mengerti aku,mendengarkan,dan akan tetap berbicara lembut beribawa meski ia marah padaku,dan aku seumur hidupku hanya sekali membuatnya marah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dan aku tak tau lagi yang aku lihat kakakku fitri duduk menatap kakekku,sedang kakaku febi tah kemana aku tak tampak,dan aku hanya sibuk melihat wajah kakekku dan tidur di dekatnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sejak itu aku kembali ke kotaku.dengan ibu dan papa aku tak sebahagia dengan kakekku,dan tak hanya mendapat perhatian keadaan dirumah makin menjadi jadi papaku suka memukulku,mehentukan kepalaku,menyamnuku,mehina ku,dan bukan hanya aku saja kakak kakakku serta ibu ku juga diperlakuka demikian,tapi ibu selalu saja bilang agar kita sabar,sedang papa tak mau tau dengan kami mau makan atau tidak dan kekacauan tak hanya sampai disana saja papa suka meminjam uang dengan orang orang yang berbunga sampi 50% dan 70% dan orang orang itu seringkali datang,ada yang memecahkan kaca rumah,menghina-hina kami,memukul dan meninjuku pun juga ada dan saat itupun meski aku kecil dan hanya seorang anak perempuan aku pun tak takut melawannya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Papa makin menjadi jadi,tak mau tau,suka menganiaya,menghina,bahkan mengatakan ibu pelacur.padahal ibu menghidupi kami dengan gaji dan berutang utang pada orang,sedang sanak famili/keluarga yang lain tak ada yang peduli.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kadang aku merasa bosan dan kami anak anaknya memintak ibu ubtuk meninggalkan papa saja,tapi ibu tak pernah mau,dia selalu saja mengurus papa,padahal buat makan papa tidak mau apa adanya,banyak sekali permintakannya,harus sambal ibi atau itu,dan jika sudah dibuatkan malah dihina aau dibuang.tidak itu sja papa selalu mintak uang,gaji ibu yang pas pasan sudah di potong oleh koperasi kantornya karena mengambil barang barang dari koperasi sekolahnya,belum lagi buat bayar utang gara gara papa yang berbunga tinggi,sewa rumah,sekolah anak,makan,kehendak suaminya dan lain lain</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Semakin aku beranjak SMA papa masih saj seperti itu hingga akhirnya kami pindah rumah lagi karena diusir,dan suatu ketika ibu mendapat uang dari hasil penjualan tanahnya dikampung maka barulah terisi rumah kami dengan meja,kursi,tempat tidur,kulkas dan mesin cuci dan saat itu batulah aku memiliki TV padahal orang yang tinggal di gubuk reotpun sudah dahulu memilikinya.hah…</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Papa masih saja tak mau tau,andai aku bias lepas aku akan pergi menghibur diriku.semua ku urus sendiri,makan,sekolah,buku buku harus cari akal buat itu semua.meski tak semuanya.dan papa masih saja begitu begitu,semua pekerjaan kami yang lakukan,mau itu pekerjaan laki laki atau perempuan</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Keadaan seperti itu membuatku kuat,tapi rasa takut yang tak tau kenapa tiap bertemu segerombolan laki laki aku menjadi takut dan benci karena bukan hanya papa yang membuat aku menjadi berfikiran begitu tapi karena sekelilingku,dan di luarnya pun begitu aku tak menemukan laki laki,baik itu teman,sahabat atau ayah yang baik yang bias menjaga,menghormati dan melindungi aku.seperti kakekku menyayangi aku,melindungi,dan mendidikku dengan baik</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Syukurnya dengan pendidikan yang ditanamakan kakekku meski singkat atau hanya saat aku kelas 2 SD saja,pendidikan itu yang membatasi aku,yang membuatku tak melakukan hal hal aneh pada hiupku</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Namu dengan berjalannya waktu aku terjatuh juga sedikit walau setitik aku laku kan kesalahan itu tapi membuat perasaanku makin hancur.dan aku tak bias dan tak lagi menjadi anak permpuan yang kuat,mampu melakukan pekerjaan fisik seperti laki laki,dan tidak cengeng.aku berubah menjadi orang yang selalu sakittan.dan belakangan barulah aku tau aku mengidap penyakit penyumbatan pembuluh darah,dan sewaktu waktu aku meninggal aku bias merasakan bahagia bias melihat dan bertemu dengan kakeku lagi yang selalu aku panggil babak (yang artinya adalah bapak hah..itu karena aku dulu waktu kecil masih teloh atau nggak lancer bahasanya,ha…ha…)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Saat ini yang membuatsemuanya jadi rapuh semua karena keadaan,lingkungan semua yang aku temui baik di Jakarta,padang,padang panjang,makasar atau daerah daerah lainnya,atau pun lingkungan kampusku aku tak menemukan laki laki yang menurutku jentelmen,bagiku semuanya munafik,sok ngatur dan berbagai macam hal.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Apa lagi peghinaan penghinaan itu tak hanya terjadi dari masa lalu tapi sampai sekarang,dan sekarang karena keadaan ini aku menjadi mudah ambruk,karena sakitku ini aku sering kali jadi bahan hinaan teman teman meski aku tak mengatakannya,karena aku juga tak mau di hina serta di kasihani.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kadang aku sangat jenuh jenuhnya dirumah,didalam kamar karena perjalannan ku hanya di kampus ,cari buku lalu pulang,karena sejak kecil aku sudah dilarang berteman atau bawa teman kerumah,apa lagi keadaan keluargaku aku tak mau dikasihani,</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ibu selalu mengajarkan untuk selalu bersikap tegar kapan perlu meski laki laki atau orang lain menghina kita kita tak boleh membalasnya,sungguh kadang menyesakkan perasaanku melihat semua ini</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sekarang yang aku tau,dan ibu,kakakku tau kita hanya menjalani hidup,tak tau apakah kita akan mati di tangan papaku atau bias meninggal dengan pesaan bahagia.yang ada hidupku juga harus dilalui,meski berat,dan aku pun lagi lagi mesti bersabar menghadapi cobaan meski aku tak sekuat aku yang dulu,tak setegar aku yang dulu dan tak sesehat yang dulu lagi</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;">Meski aku tau diluar sana aku hanya bias dan aku hanya punya teman dan itu pun Cuma satu dan satu itu pula yang sama menyakitkanku,dan membuatku makin terpuruk.kadang aku merasa akan lebih indah jika meninggal dari pada tersiksa lahir batin melihat dan berada di atas duania ini,bayangkan orang yang kita sayangi membuat kita tertekan perasaan,dan kita pun tak bias lepas dari perasaan ini ke dia.sungguh dunia memang kejam</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/ceritaku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Ketinggalan…</title>
		<link>http://pupung.com/aku-ketinggalan%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://pupung.com/aku-ketinggalan%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 07:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theodora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pupung.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[
Cery adalah salah satu mahasiswi Universitas Negeri Padang.Cery sebetulnnya adalah gadis yang riang,tapi….tah kenapa sejak kuliah ini dia menjadi gadis yang suka murung dan menyendiri.

Saat ini cery sudah masuk tahun ke empat.Namun karena sikapnya yang kurang bisa berbaur dengan teman temannya dikampus karena dia hanya tau kulih itu datang (absensi)dan buat tugas saja.sehingga dia sering [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p class="MsoNormal"><!--[endif]-->Cery adalah salah satu mahasiswi Universitas Negeri Padang.Cery sebetulnnya adalah gadis yang riang,tapi….tah kenapa sejak kuliah ini dia menjadi gadis yang suka murung dan menyendiri.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Saat ini cery sudah masuk tahun ke empat.Namun karena sikapnya yang kurang bisa berbaur dengan teman temannya dikampus karena dia hanya tau kulih itu datang (absensi)dan buat tugas saja.sehingga dia sering kali ketinggalan informasi informasi penting untuk kemajuan perkualiahannya.</p>
<p class="MsoNormal">“hai cery…kamu dah masukin laporan blum…???”tiba tiba cery dikejutkan oleh suara anes yang tah dari mana sudah berada di belakangnya.</p>
<p class="MsoNormal">“belum…” ucap cery singkat dan berlalu pergi meninggalkan anes yang terbengong bengong melihat sikap cey yang tak pernah bersahabat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">satu minggu kemudian…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">
<p class="MsoNormal">Cery masih saja tetap bersikap cuex dan tak mau bersahabat dan terbuka dengan teman temannya karena ia beranggapan semua teman itu brengsek,munafik dan penghianat.</p>
<p class="MsoNormal">“hai cery…kamu ngapain disini???” Sapa anes…berusaha tuk mendekati cery.</p>
<p class="MsoNormal">“mangnya napa…???” ungkap cery datar tanpa ekspresi sekalipun di raut wajahnya</p>
<p class="MsoNormal">“mm…nggak…,mangnya kamu nggak ikut praktek industri ???”Tanya anes lagi sambil mengikuti langkah cery.</p>
<p class="MsoNormal">“nggak…” ucap cery singkat dan mempercepat langkahnya meninggalkan anes</p>
<p class="MsoNormal">“cery…tunggu….”teriak anes yang makin susah mengejar cery dan akhirnya</p>
<p class="MsoNormal">“hah…ya dah lah…” guman anes dan terpaku diam menatap punggung cery yang berlalu begitu saja.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">Esok harinya…</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-52"></span></p>
<p class="MsoNormal">“eh…nes…kamu praktek industri dimana ??” Tanya winda pada anes sewaktu mereka lagi duduk duduk di teras jurusan melepas lelah</p>
<p class="MsoNormal">“mm…aku di Semen Padang loh …kalau kamu dimana??” Tanya anes balik pada winda</p>
<p class="MsoNormal">“oh..kalau aku ada deh..mau tau aja…,ha..ha…”canda winda lalu mereka pun ikut tertawa besama</p>
<p class="MsoNormal">“hah.menyebalkan”ucap anes sambil mencubit paha winda karena geramnya.Namun tanpa sadar mereka cery mendengar cerita mereka.tapi …tiba tiba anes melihatnya</p>
<p class="MsoNormal">“eh..cery…kok nggak gabung sama kita kita??”sapa anes</p>
<p class="MsoNormal">“oh….eh…ya..ya..”ucap cery terbata-bata menahan malu karena ketahuan menguping pembicaraan mereka dan dengan terpaksa ikut duduk dengan anes dan winda.</p>
<p class="MsoNormal">“cery..kamu kok diam diam aja?? tanya winda membuka obrolan</p>
<p class="MsoNormal">“mm…yach…” ucap cery sambil mencari cari sesuatu untuk mengalihkan pandangannya karena tak tau harus bagai mana.walau sebetulnya ia tau jawaban itu nggak nyambung sedikitpun dengan apa yang di tanya winda.</p>
<p class="MsoNormal">“cery kamu praktek di mana…??” tanya winda lagi memecah keheningan diantara mereka bertiga.</p>
<p class="MsoNormal">“aku belum…!!”ujar cery singkat</p>
<p class="MsoNormal">“masak belum..kan seharusnya kita tuh sama…” Tanya winda lagi yang di benarkan oleh anes dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.</p>
<p class="MsoNormal">Tapi cery hanya diam saja tak menjawab pertanyaan pertanyaan teman temannya.dan merekapun akhirnya larut dalam keheningan,hanya ada suara motor yang berlalu-lalang didepan mereka.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">Empat bulan kemudian…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">
<p class="MsoNormal">Saat cery sedang asik duduk di taman fakultasnya tiba-tiba…</p>
<p class="MsoNormal">“cery …kamu bagaimana kamu ini…masak belum buat laporan-laporan juga kamu lagi…” tiba-tiba ibuk mukni dosen pembimbingnya datang mengejutkan lamunannya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ibuk mukni termasuk dosen muda di fakultas cery,karena kepintarannya dia bisa melebihi dosen-dosen terdahulunya</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“cery…melamun juga kamu lagi..nggak dengar yang saya bilang….???”ucap buk mukni dengan geramnya melihat cery yang terus terusan melamun tak menghiraukannya.</p>
<p class="MsoNormal">“a..anu..buk..belum..tapi ngomong-ngomong maaf buk…laporan itu laporan apa yach..??”Tanya cery dengan wajah menunduk karena takut melihat bu mukni.</p>
<p class="MsoNormal">“kamu ini..bagaimana sich..kemana saja kamu selama ini??” bentak buk mukni menyindir cery…</p>
<p class="MsoNormal">“anu buk…anu..saya mohon maaf..saya benar-benar nggak tau…!!”ucap cery membela diri</p>
<p class="MsoNormal">“kamu ini…anu buk..anu buk apa itu…???benar-benar terlalu kamu ini…masak mahasiswa begini…”nada ibuk mukni mulai melunak pada cery…</p>
<p class="MsoNormal">“ah..ya sudah…pusing saya lihat kamu…!!” lagi lagi emosinya terpancing,geram melihat sikap cery yang sangat..sangat.. “hah…”hela buk mukni dalam,dan berlalu pergi meninggalkan cery</p>
<p class="MsoNormal">“benar-benar naik darah melihatnya…”guman buk mukni dalam hatinya</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">Lima bulan berlalu…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">
<p class="MsoNormal">“Buk…maaf…saya mau Tanya gimana cara buat praktek industri buk…???” Tanya cery tiba-tiba mengejutkan ibuk mukni yang sedang sibuk mengurus laporan untuk ujian seminar wisuda.</p>
<p class="MsoNormal">“A…apa kata kamu…nggak salah dengar ibuk tuh…??”seringai ibuk mukni</p>
<p class="MsoNormal">“…………………………………..”cery hanya diam tanpa tau harus berkata apa lagi</p>
<p class="MsoNormal">“cery…cery…kamu itu seharusnya banyak-banyak bertanya dengan teman jadi kamu nggak ketinggallan informasi terus cer…,Sekarang sudah nggak ada lagi waktu buat praktek industri.Semua orang sedang sibuk ngurus laporan untuk wisuda dan kamu…kamu masih aja bertanya industri,hah….terlalu kamu…!!”ucap buk mukni sambil mengusur laporan-laporan mahasiswanya.</p>
<p class="MsoNormal">“ya sudah nantik saja kamu menghadap saya setelah orang selesai wisuda tahun ini…yach..”jawab buk mukni singkat</p>
<p class="MsoNormal">Cery berlalu pergi menggalkan kantor buk munin.dia hanya bias melihat kesibukan-kesibukan teman temannya untuk berkonsultasi dan buk mukni yang sibuk melihat laporan laporan teman-temannya.</p>
<p class="MsoNormal">“hah…andai aja aku tak setolol ini..andai saja aku bias membuka diri dengan orang lain dan kuat menerima apa pun persoalan hidup,teman teman penghianat pasti aku tak kan seperti ini,karena meski mereka begitu tapi itulah hidup…hah…andai aja…sesal cery dalam hati.</p>
<p class="MsoNormal">Kini cery harus menunggu waktu buat praktek industri dan setelah itu baru bias seperti teman temannya.hah..aku jadi ketinggalan terlalu banyak oleh teman teman dan menjadi orang yang merugi,hah…guman cery.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pupung.com/aku-ketinggalan%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
