Bapakku seorang….

Monday, October 20, 2008 9:17
Posted in category Cerpen

saat ini pak kuto merasa bersalah sekali melihat keluarga wijaya kampung sebelah menangis histeris karena dapat musibah yang amat besar.sebenarnya pak kuto tak juga ingin membuat keluarga sahabatnya itu bersedih

“Pak kuto bagai mana sudah di tanam “bibit” yang kemaren itu ??” ujar pak bambang mengejutkan lamunan pak kuto

“eh…sudah pak sudah…sudah saya tanam…”ujar pak kuto menahan perasaanya

“ok..kalau begitu nantik gaji bapak saya tambah menjadi sepuluh kali lipat”ujar pak bambang sambil berlalu pergi dengan sedannya

Hari berikutnya…..

“pak…kenapa toh..kok dari kemaren melamun aja atuh..”ujar istri pak kuto

“nggak ada apa-apa buk…” uajar pak kuto menatap jauh kelangit,ada rasa penyesalan mendalam di hatinya yang tak terkira,apa lagi melihat wijaya temannya masih berduka

“pak…ibuk kepasar dulu yach…tuh di minum kopinya nantik dingin,didalam ada goreng ubi buat bapak” ujar istrinya mohon pamit pada pak kuto dan seraya hanya tersenyum dingin pada istrinya

Malamnya…..

“min…mulai besok kamu nggak perlu lagi cari sampah” ujar pak kuto pada anak tertuanya yang putus sekolah karena tak ada biaya

“mangnya napa pak…??” ujar amin sedikit heran

“ndak..bapakmu ini dapat rezeki..jadi kamu bisa sekolah ditempat yang bagus sama adekmu…ujar pak kuto

“asik…amin bisa sekolah lagi…dek kita bisa sekolah lagi….”ujar amin pada adiknya dan berlari keluar bersorak sorak kegirangan serta di susul oleh adiknya

“pak..jangan dikasih harapan toh anak kita…mangnya bapak dapat uang dari mana pak…??” ujar istri pak kuto dengan lembut karena takut menyinggung perasaan suaminya

“ah ibuk….,bapak kemaren tuh dapat orderan dari juragan kontraktor itu jadi ibuk tenang aja…!!”ujar pak kuto menenangkan istrinya

“orderan apa pak…bukanya proyek pembangunan itu dah selesai…??”ujar istrinya

“ah…kamu tenang sajalah..mang kamu fakir saya membunuh orang..??”ujar pak kuto dan berlalu meniggalkan rumahnya yang reyot,dia merasa rahasianya akan tercium oleh istrinya dan anak anaknya akan hidup sengsara kembali

“biarlah dosa ini saya yang memikulnya…”guman pak kuto meninggalkan istrinya yang diam tebengong-bengong

Di jalan….

“eh pak kotu kok nggak ikut ke rumah pak wijaya…”sapa pak sodikin,lurah di kampung pak kuto

“kasihan tuh anaknya..mudah-mudahan nggak terulang lagi di kampung kita,sadis kali….” guman pak sodikin,menceritakan anaknya pak wijaya.

“eh..iya..anu…ini saya juga mau kesana nantik ama istri saya…!!”ujar pak kuto terbata-bata karena rasa takut yang semakin memuncak…

“o..ya dah..kalau gitu saya dulu…”ujar pak sodikin tersenym ramah pada pak kuto

“eh..ya…monggo-monggo…”ujar pak kuto dengan hati sedikit lega karena pak sodikin telah meninggalkannya

Sebulan kemudian…..

“eh…mobil siapa tuh..??”ujar amin anaknya pak kuto pada adeknya

“mm…??”adeknya hanya terbengang bengong karena bingung

“eh…bapak….??!!”ujar amin dengan terkejutnya melihat bapaknya yang dulu seorang kuli bangunan sekarang telah berpakaiyan rapid dan bermobil sedan layaknya seorang konglongmerat

“ibuk…buk…bapak pulang..liat nih buk bapak kayak orang kaya yach…??!!”uajar amin yang disusul dengan adik dan bapaknya masuk kedalam rumah reot yang selama ini mereka tempati

“aduh…si bapak…teh apa tak salah atuh…???”ujar istri pak kuto tak percaya melihat perubahan suaminya

“pak…dapat uang dari mana pak…bukannya dah sebulan nich bapak nggak dapat orderan kerja….??tanya istrinya penuh selidik

“ah kamu sekarang saya bukan kuli angkat lagi…kita dah jadi orang kaya sekarang,sudah…kamu beres-beres saja,nggak perlu bawa baju baju kita yang jelek-jelek itu kasih aja sama tetangga,” ujar pak kuto membuat anak dan istrinya menjadi semakin binggung

“mangnya kita mau kemana pak….” ujar anak dan istrinya dengan serentak….

“ah…kalian siap-siap saja,ikut saja hari ini kita bakal pindah rumah,dan kamu bakal dapat sekolah baru dengan adekmu,nantik soal pakaiyan kita beli yang baru di kota” ujar pak kuto menjelaskan pada anak dan istrinya

“mm..ya…ya..”ujar mereka dengan penuh tanda tanya dalam benaknya ada apa,sebenarnya istri pak kuto memang sangat senang mendengarnya jadi mereka bisa hidup bahagia dan layak seperti yang di gambarkan dari cerita suaminya,tapi dia juga curiga

“dari mana toh…si bapak dapat uang sebanyak gitu” bapakkan cuma kuli bangunan guman istri pak kuto pada anak anaknya sambil berbenah diri dikamar mereka yang kumal

Beberapa jam kemudian…..

“nah..buk,anak-anak …sekarang ini rumah kita..dan amin ama adekmu jangan pernah bilang sama tetangga baru kita kalau bapak dulunya kuli bangunan,kalian harus bilang kalau bapak adalah kaki tangannya kontraktor” ujar pak kuto sambil membukakan pintu rumah barunya dan masuk ke rumah yang luas dan besar itu

“wah…besar sekali toh….rumahnya…” ujar keluarga pak amin terkagum kagum karena selama ini mereka hanya bisa bermimpi

“pak….sebenarnya bapak dapat uang dari mana toh…pak??” Tanya istri pak kuto saat akan beristirahat di pembaringan

“ah aku kan sudah bilang kemaren tuh aku dapat orderan bagus dari juragan kontraktor tuh..jadi aku dapat bonus…!!” ujar pak kuto menutupi kesalahnnya pada isrinya

“mm ya sudah toh…nggak perlu sewot,jangan lupa baca doa,biar nggak mimpi buruki” ujar isrinya masih menaruh curiga karena heran dengan perubahan suaminya

Subuh….

“pak bangun pak…dah subuh….!!”ujar istri pak kuto membangunkan suaminya

“ah….nantiklah ngantuk” ujar pak kuto makin menarik selimutnya dan tidur

“ya….si bapak…dah subuh…kok jadi malas sholat gini sih pak….??”ujar istri pak kuto,tapi pak kuto tetap saja tak mau tau meski azan bekumandang di didepan rumahnya

Saat jam 06;00

“buk…bapak mana buk…” ujar amin pada ibuknya,dia sudah bersiap-siap akan pergi sekolah bersama adiknya

“bapakmu dikamar,masih tidur….” ujar istri pak kuto sambil menyiapkan makan pagi untuk anak-anaknya di meja makan

“bapakmu sekarang makin aneh…sholat nggak mau lagi,bangun pagi nggak,kerjanya tau apa,tapi dapat uang semua ini dari mana??ibuk nggak ngerti…” guman istri pak kuto mengeluhkan sikap bapak mereka

“mm……….”amin dan adiknya hanya terdiam saja mendengarkan cerita ibuknya

10 menit kemudian….

“tit…tit…tit….tit….” suara kelason bus sekolah mereka telah menjemput

“buk amin berangkat lagi yach…asallammualaikum…ujar amin sambil menyalami ibuknya bergantian dengan adiknya

“iya..rajin rajin belajar,hati hati ya nak….jaga adikmu yach…pegang tangannya…..”teriak istri pak kuto pada anak-anaknya yang berlari kehalaman karena bus sekolah sudah menunggu

“adikmu di jaga ya nak….” ujar istri pak kuto penuh harap melihat anaknya pergi,maklum selama ini mereka tinggal di desa jadi tidak begitu banyak kendaraan yang lewat seperti di kota,apa lagi di desa pernah ada kejadian keluarga wijaya anak satu satu mereka kepalanya di di gorok dan di ambil orang yang sangat sadis dan sampai sekarang tak tau siapa pelakunya

“buk…mana anak-anak…” ujar pak kuto mengejutkan istrinya yang sibuk membersihkan meja makan

“dah pergi…baru aja..” jawab istrinya singkat dan berlalu pergi kedapur

“pak ini kopinya….!!” ujar ibuk kuto pada suaminya…yang sedang asik membaca koran

“pak saya kadang kawatir,apa aman anak-anak kita sekolah di sini pak…?? ujar istrinya sambil menemani suaminya yang asik membaca koran di halaman belakang

“mangnya napa toh….kan ada satpam,ada bus yang antar jemput,ada gurunya apa lagi sekolah disana nggak sama ama yang di desa buk…,aman…toh” ujar pak kuto pada istrinya,lalu berhenti membaca dan megambil kopi buatan istrinya

“yach…saya cuma nggak mau ntar anak kita yang masih lugu-lugu itu di culik orang trus di ambil kepalanya kayak kejadian si Ai anaknya pak wijaya” ujar istrinya

“byur…bub…..” air kopi yang barusan di minum pak kuto tiba tiba tersembur keluar,pak kuto terkejut mendengar cerita istrinya dan buru-buru mengelak dari istrinya

“pak…napa pak….kopinya pahit toh…??”ujar istrinya kebinggungan melihat sikap pak kuto yang semakin aneh,apa lagi bila mendengar cerita soal keluarga wijaya

You can leave a response, or trackback from your own site.

16 Responses to “Bapakku seorang….”

  1. Chic says:

    October 20th, 2008 at 10:05 am

    masih bersambung ya? *penasaran*

  2. theodora says:

    October 21st, 2008 at 4:20 am

    @cihic :cerpennya benarnya cuma ampe sana aja,tapi kalau masih penasaran ntar aku sambung lagi :)
    @Jane :ho…ho…ok deh..pasti aku mampir lagi ke blogmu :)
    @afwan auliyar :ha..ha..benar tuh manusia mang banyak maunya:(
    @amanda :udah di masukin blum linknya??
    @lala :ha..ha…ntar ngadu ke HAM dia ntr :(

  3. benazio says:

    October 21st, 2008 at 5:30 am

    wah seru, sambung lagi dong beneran deh penasaran! haha

  4. indra1082 says:

    October 21st, 2008 at 8:09 am

    Kok kayak sinetron pake sambungan, hehehehe…
    salam kenal juga, kunjungan balasan…

  5. ferdian says:

    October 21st, 2008 at 8:39 am

    alow met kenal juga :)
    thx dah mampir di blog gw.. link u dah gw taro tu
    heheh

  6. ferdian says:

    October 21st, 2008 at 8:40 am

    alow met kenal juga :)
    thx dah mampir di blog gw.. link u dah gw taro tu
    heheh
    btw critanya seru juga.

  7. alief says:

    October 22nd, 2008 at 1:42 am

    wah……, gimana tuh akhirannya…..????

    :-/

  8. tuteh says:

    October 22nd, 2008 at 3:01 pm

    yuk yuk tukeran link… kehormatan neh buat T secara baru sekarang ada yang langsung mo tukeran link sama T heheheh :) btw T neh lagi bingung, mo masukin link-mu tapi http://www.blogrolling.com nyah nggak bisa diakses lagi… lil eror gitu deh :( puseng deh… mana T kan bukan orang cerdas gituw :p mesti ganti link manager-nya neh :(
    Btw salam kenal yaaaa :)

  9. Permana Jayanta says:

    October 22nd, 2008 at 6:40 pm

    Jangan-jangan bapaknya kaya karena pake tuyul. Ato pake dukun, atau black magic lainnya . Aghhh, kok pikiranku jadi seperti itu, kebanyakan nonton sinetron di Indoesiar kali :D

  10. shei says:

    October 23rd, 2008 at 12:05 am

    waaah, keren banget deh cerpennya….
    mau donk lanjutannya, oia, yuk tukeran link n_n

  11. Edi Psw says:

    October 23rd, 2008 at 2:46 am

    Wah, asyik kalau dibuat sinetron ya?

  12. Lala says:

    October 23rd, 2008 at 5:06 am

    jangan2 pak kuto yg bunuh tuh jadi pembunuh bayaran hihihi..ayo lanjutt dong ceritanya :D

  13. ichanx says:

    October 23rd, 2008 at 2:13 pm

    panjaaaaaang… hihihi

  14. ciwir says:

    October 23rd, 2008 at 2:47 pm

    lanjutkan perjuangan-mu…, ehh cerita-nya :)

  15. theodora says:

    October 24th, 2008 at 4:22 am

    @ciwir: ntar nanti lagi buat cerpen lain….

    @ichanx : pendek……deh…he…he… :)

    @lala: wah salah…salah….perlu di perpanjang nih cerita byr teman teman pd ngerti..hi…hi…

    @edi Pws: mau…..kapan…kapan….tekan kontrak kita…he…he…

    @shei : oke deh….ntar pasti aku linkan

    @permana jayanta : ye….salah lagi….di kan miskin..tukan bangunan waduh….nggak di baca ya… :(

    @tuteh : benar tuh teh..kok nggak loding2nya punyamu…error terus and lama…..kali

    @alif : akhirnya aku belum buat….habis lagi buat cerpen lain….

    @ferdian : alo juga….yo…i…bakal aku askes trus blogmu and jagan lupa mampir gantian ya

    @indra1082 : sebenarnya nggak ada sambungan cuma teman2 kok jadi mintak di sambung….??ntar aku beli talinya yach…he…. :)

    @benazio : ah…masak sih….penasaran…apa penasaran….

  16. Lala says:

    October 24th, 2008 at 6:05 am

    lanjutannya mana ya ? *penasaran*

Leave a Reply